<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18428">
<titleInfo>
<title><![CDATA[BELIS DALAM PERKAWINAN MENURUT ADAT PADA MASYARAKAT  LOLI DI KABUPATEN SUMBA BARAT]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Melinia Yuminda Lasara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DELSY ASRIYANI DETHAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Andreas Ande</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Melkisedek Taneo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Delsy A. Dethan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVI + 62 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pelaksananbelis dalamadat perkawinan masyarakat Loli, serta pemberian mahar berupa hewan banyak dalam perkawinan secara adat masyarakat Loli. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif.Adapun informan dalam penelitian ini merupakan beberapa tua adat daerah setempat yang bersedia memberikan informasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara informan, observasi langsung di lapangan dan studi dokumen dalam bentuk foto. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Proses pelaksanan belis dalam adat perkawinan masyarakat Loli yakni: pertama, tahap buka perasaan/ketuk pintu (denggi winni pare), calon mempelai laki-laki datang ke kediaman perempuan untuk melamar calon mempelai perempuan dan calon mempelai pria menyiapkan 1 batang parang sebagai bukti bahwa ia sangat mencintai dan ingin meminang perempuan tersebut. kedua,tahap pengantaran sirih pinang (ngidi utta wino) calon mempelai laki-laki datang kedua kalinya bersama segerombolan keluarga dengan membawa hewan seperti, kuda, kerbau, parang serta sirih pinang, sebagai balasannya pihak keluarga perempuan menyiapkan 1 ekor babi mati yang sudah disembelih dan 1 ekor babi yang masih hidup serta kain tenun dan calon mempelai perempuan tersebut sah sebagai istri dari calon mempelai laki-laki dan terakhir tahap pindah (dikki) pindah rumah, pengantin perempuan pindah suku atau meninggalkan orang tua dan sanak saudarahnya dan pihak laki-laki datang membawa hewan seperti, kuda, kerbau, tombak, parang, mamuli, serta balasan dari perempuan adalah yang dekat dengan perempuan seperti: babi, kain tenun,serta gading dan perabotan rumah tangga, lemari, tempat tidur, piring dan sebagainya, (2) dalam tradisi upacara perkawinan dimasyarakat Loli dikaitkan dengan status sosial, pendidikan dan pekerjaan seorang perempuan semakin tinggi derajat seorang perempuan maka semakin tinggi mahar yang diberikan. Perempuan yang ingin dinikahkan dengan laki-laki yang memiliki status sosial yang tinggi maka belisnya (hewan) yang akan diberikan kepada perempuan bisa sampai 30-40 ekor hewan yang diberikan kepada calon mempelai perempuan.</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1901090109]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230726]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Las M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover_skripsi_sejarah.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18428]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-08 18:52:45]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-13 12:41:12]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>