<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18668">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Pada Upacara Adat Po’o Didesa Kelisamba Kecamatan Ndori Kabupaten Ende]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Anastasia Kristian Goma</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Leonard Lobo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Thomas Kemil  Masi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>LEONARD LOBO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fredik L. Kollo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Thomas Kemil  Masi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 77 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan tata cara pelaksanaan ritual adat Po’o pada MasyarakatMasebewaKecamatan Ndori kabupaten Ende. Untuk mendeskripsikan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada upacara adat Po’o di Desa Kelisamba Kecamatan Ndori Kabupaten Ende.
Ritual adat merupakan praktek budaya yang telah dilakukan secara turun temurun dalam suatu masyarakat. Ritual ini memiliki makna dan tujuan yang berbeda- beda tergantung dari konteks dan kepercayaan masyarakat yang melaksanakannnya. Beberapa ritual adat memiliki
fungsi sebagai upacara keagamaan, upacara pernikahan, upacara kematian, atau sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan nenek moyang.
Melalui pelaksanaan ritual adat, masyarakat dapat mempertahankan tradisi dan identitas budaya mereka. Selain itu, ritual adat dapat juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara angota masyarakat dan menciptakan rasa kebersamaan. Namun seiring dengan perubahan zaman dan pengaruh dari budaya lain beberapa ritual adat mungkin mengalami pergeseran atau bahkan hilang. Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk terus melestarikan dan memperkenalkan ritual adat kepada generasi yang akan datang agar warisan budaya dapat tetap terjaga.
Upacara Adat Po’o atau ka Po’o merupakan Ritual Adat yang di tandai dengan upacara memasak nasi di dalam bambu dan makan bersama seluruh masyarakat Mosalaki. Tujuan dari ritual adat ini adalah untuk memberi makan para leluhur yang sudah meninggal dunia. .Upacara
adat Po’o di pimpin oleh kepala adat atau Mosalaki.tahapan pelaksanaan Ritual adat po’o dimulai dari Nelu yaitu penentuan hari dimana akan dilaksanakaan Upacara adat Po’o, setelah waktu sudah ditentukan dilanjutkan dengan hari dimana dilaksanakannya ritual adat Po’o.setelah itu
dilanjutkan dengan tolak bala, dan berikutnya adalah pire atau pantangan bagi masyarakat. Ritual adat Po’o ini masih dilakukan oleh masyarakat sampai saat ini.</note>
<classification><![CDATA[872.05]]></classification><ministry><![CDATA[87205]]></ministry><studentID><![CDATA[1901070127]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230525]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.05 Oma P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18668]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-12 16:55:57]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-15 09:23:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>