<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18785">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pertimbangan-Pertimbangan Dan Hambatan Dalam Menentukan Autopsi Terhadap Pengungkapan Tindak Pidana Pembunuhan Di Kepolisian Daerah  Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RICKY ALVIAN PADJI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DARIUS A KIAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius A Kian</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 75 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam mengungkap suatu perbuatan tindak pidana khususnya pembunuhan maka pihak kepolisian berperan dalam segala prosesnya, salah  satunya yaitu proses autopsi. Namun dalam prosesnya terdapat pertimbangan-pertimbangan dan hambatan dalam menentukan autopsi terhadap tindak pidana pembunuhan tersebut.Permasalahan dan tujuan dalam penulisan skripsi ini adalah: (1)   Apakahyang pertimbangan kepolisian dalam pelaksanaan autopsi terhadap pengungkapan tindak pidana pembunuhan di Kepolisian  Daerah  Nusa Tenggara Timur?. (2) Apakah yang menjadi faktorpenghambat yang dihadapi kepolisian dalam pelaksanaan autopsi terhadap pengungkapan tindak pidana pembunuhan di Kepolisian Daerah  Nusa Tenggara Timur?
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yang mengkaji pelaksanaan hukum (dalam praktik, efektivitas hukum, dan penerapan hukum di tengah masyarakat). Penelitian ini merupakan wawancara terhadap lima orang dan menganalisis data secara deskriptif-kuantitatif.
 Hasil penelitian ini menenjukan: (1) Pada dasarnya pertimbangan–pertimbangan penyidik Kepolisian dalam menentukan autopsi terhadap pengungkapan tindak pidana pembunuhan antara lain, ditemukannya kematian yang tidak wajar pada korban sehingga penyidik kepolisian perlu menentukan apakah perlu di autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. (2)  faktor penghambat antara lain, Fasilitas yang kurang memadai, Pihak keluarga korban yang tidak mengizinkan, Identitas pada korban yang tidak dikenal, Penyidik dan dokter yang kurang koordinasi, Kurangnya pembahasan penyidik mengenai autopsi, Kurang sesuai antara pelaku yang dapat dilakukannya Dua metode; yakni saksi dan tersangka, Belum ditemukannya tersangka, yang mengakibatkan tersangka menitik beratkan kesalahan yang belum ditemukan, Ketidakhadiran saksi dalam proses rekonstruksi dan juga perkara yang memiliki banyak tersangka, sehingga para tersangka tidak memahami tugas masing-masing rekannya sehingga bisa dijadikan saksi inti. 
Berdasarkan penelitian ini, maka peneliti menyerankan kepada aparat penegak hukum dapat  memberikan  pengetahuan hukum kepada masyarakat mengenai sebab dan akibat dari tindakan kriminal khususnya tindak  pidana pembunuhan yang terjadi di masyarakat dan juga Penelitian ini diharapkan  menjadi bahan pertimbangan untuk lebih memperdalam penelitian selanjutnya dengan memperbanyak  kajian  dari  berbagai sumber terkait pertimbangan-pertimbangan dan hambatan kepolisian dalam menentukan autopsi.

Kata Kunci : Pertimbangan-pertimbangan, Hambatan, Tindak Pidana, Autopsi.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010435]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230822]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 PAD P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18785]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-14 11:41:25]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-16 14:20:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>