<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18823">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sebaran Kerusakan Helopeltis sp. Pada Tanaman Jambu Mete (Anacordium occidentale L.) Di Kabupaten Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yolanda Agustia</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PETRONELLA SYAHYANTI NENOTEK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FADLAN.PRAMATANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agustina Etin Nahas</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petronella Syahyanti Nenotek</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FADLAN P.RAMATANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 53 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini telah dilaksanakan di sepuluh Kecamatan dan delapan belas Desa yang menjadi sentra tanaman jambu mete di Kabupaten Kupang dan penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Januari sampai Febuari 2023.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat serangan Helipeltis sp.pada tanaman jambu meta dan untuk memproleh peta sebaran serangan Helopeltis sp. pada tanaman jambu mete dan
mengetahui intensitas kerusakan pada tanaman jambu meta oleh Helopeltis sp.di Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive teknik sampling) dengan menentukan sepuluh kecamatan yang menjadi sentra produksi jambu mete di Kabupaten Kupang Hasil pengamatan dilapangan ditemukan gejala serangan hama Helopeltis sp yaitu dengan adanya bercak hitam yang mengering pada bagian tanaman yang diserang, mengakibatkan pucuk mati, bunga atau buah gugur sebelum waktunya, pada tingkat serangan berat tangkai bunga dan pucuk terlihat ujung daunnya berwarna hitam. Akibatnya produksi menjadi menurun atau gagal berproduksi. Intensitas kerusakan yang disebabkan oleh hama Helopeltis sp. pada pertanaman jambu mete yang paling berat ditemukan di Kecamatan Taebenu dengan intensitas kerusakan 55,39% karena faktor pemeliharaan tanaman dan lingkungan dilapangan, sehingga presentase kerusakan yang dialami tanaman mete dipengaruhi oleh cura hujan yang cukup tinggi, sehingga produksi biji mete menurun.Tingkat kerusakan yang paling sedang ditemukan pada Kecamatan Takari dengan intensitas kerusakan 27,36%. Hal ini juga dipengaruhi oleh iklim yang menjadi salah satu hal yang sangat mempengaruhi hadirnya hama Helopeltis sp. Hasil pengamatan
dilapangan bahwa serangan hama Helopeltis sp. lebih dominan pada musim hujan hal ini terjadi karena kelembaban udara dan suhu yang tinggi.</note>
<classification><![CDATA[542.11]]></classification><ministry><![CDATA[54211]]></ministry><studentID><![CDATA[1804060426]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230920]]></identifier><departementID><![CDATA[Agroteknologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.11 Tia S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Agrotek.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18823]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-14 15:23:41]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-16 14:50:59]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>