<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18848">
<titleInfo>
<title><![CDATA[SEJARAH TUGU HAK ASASI MANUSIA  DI KOTA KUPANG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Efraim M. Kamaleng</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Susilo Setyo Utomo, S.Pd, M.Pd</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fransina A. Ndoen, S.Pd., M.Pd</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susilo Setyo Utomo, S. Pd, M. Pd</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Andreas Ande, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina A. Ndoen, S.Pd., M.Pd</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv +64 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Efraim M. Kamaleng, NIM 1601090162 menulis skripsi dengan judul Sejarah  Monumen Hak Asasi Manusia Di Kota Kupang. Penelitian ini mengkaji tentang sejarah berdirinya Monumen Pancasila di Kota Kupang. Adapun masalah- masalah yang di kaji dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah anatara lain: (1). Bagaiamana sejarah didirikannya Monumen Hak Asasi Manusia Di Kota Kupang ? (2). Apa Makna dan Presepsi masayarakat terhadap Monumen Hak Asasi Manusia Di Kota Kupang?. Penelitian ini menggunakan metode  penelitian historis dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara Purposive Sampling, yaitu penentuan informan berdasarkn pertimbangan peneliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Monumen Hak Asasi Manusia merupakan bukti perjuangan panjang masyarakat. Monumen Hak Asasi Manusia yang berbentuk pilar persegi meruncing dengan tinggi 17 meter dan berdiameter lingkaran bawa 2,5 meter dan atas 1 meter . Monumen Hak Asasi Manusia ini didirikan oleh pejuang kemerdekaan asal Nusa Tenggara Timur, Max Rihi, yang berawal dari peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Para pejuang Timor di bawah pimpinan Max Rihi ikut berjuang dan menyatakan diri sebagain bagian dari Indonesia. Dalam pertempuran 10 November 1945 banyak pemuda Timor yang gugur dan di makamkan sebagai pahlawan. Pada awal pembuatannya bernama Monumen “Four Freedom’s”. Monumen ini adalah jejak sejarah 10 November yang tergelar di NTT. (2) Makna yang terkandung dalam sejarah monumen Hak asasi manusia di kota kupang adalah kebebasan yang meliputi bebas berpikir, bebas beragama, bebas dari kemiskinaan dan bebas dari perang. (3) Presepsi masyarakan Kota Kupang terhadap monumen HAM adalah monumen HAM menunjukan sprip perjuangan masyarakat dari perjuangan kemerdekaan dari kolonialisme dan imperialisme bangsa barat. 

Kata Kunci : Sejarah, Makna, Persepsi</note>
<classification><![CDATA[87201]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1601090162]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230626]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Kam S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="22560" url="" path="/87201-S1-1601090162-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[SEJARAH TUGU HAK ASASI MANUSIA  DI KOTA KUPANG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_sejarah.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18848]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-15 06:28:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-18 09:13:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>