<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18927">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Komunikasi Tenaga Medis Dalam Membangun Kepercayaan Peserta Vaksinasi Covid-19 (Studi Kasus Di Puskesmas Alak)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Kilvin Ly</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aloysius Liliweri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA YULITA NARA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Ana Andung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aloysius Liliweri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MARIA YULITA NARA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIV + 86 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Munculnya Covid-19 di Indonesia menempatkan Indonesia berada di posisi tertinggi pada kawasan Asia Tenggara. Upaya kesehatan untuk mengatasi pandemi ini ialah dengan mengupayakan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hambatan komunikasi interpersonal tenaga medis dengan peserta vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Alak. Jenis penelitian ini adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tenaga medis di Puskesmas Alak adalah orang-orang yang berpengalaman dan dapat dipercaya yang selalu melaksanakan tugasnya dengan baik terkait vaksinasi Covid-19. Hal ini ditandai dengan adanya proses ataupun tahapan-tahapan dalam pembentukan hubungan interpersonal melalui komunikasi interpersonal yang baik. Tahap perkenalan adalah tahap pertama, fase permulaan ditandai dengan adanya tindakan memulai. Penjajagan, merupakan usaha mengenal diri orang lain. Tahap ini digunakan untuk mencari perbedaan dan kesamaan masing-masing. Penggiatan menandai awal keintiman, berbagi informasi pribadi, akrab sehingga banyak perubahan ketika berinteraksi. Pengikatan merupakan tahap yang lebih formal terjadi bila dua orang mulai menganggap diri mereka sendiri sebagai pasangan. Kebersamaan, tahap ini merupakan tahap puncak hubungan interpersonal. Hakikat kebersamaan adalah bahwa mereka saling menerima seperangkat aturan yang mengatur hidup mereka. Perasaan saling menerima, saling menghargai, dan saling menghormati. Hambatan yang dialami adalah hambatan bahasa dan hambatan psikososial dimana ketika informan bertemu dengan orang tua yang bahasa Indonesianya tidak terlalu dimengerti dan situasi dimana peserta vaksin masih diliputi oleh rasa takut yang berlebihan ketika dalam proses vaksinasi. Namun tenaga medis sebagai komunikator mampu mengatasi hambatan tersebut dengan memberikan informasi berulang menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan juga pemahaman yang baik terkait vaksinasi Covid-19.

Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, Tenaga medis, Vaksinasi covid-19</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[1803050047]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231103]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 Ly K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18927]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-15 14:14:48]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-18 09:22:11]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>