<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="19133">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penetapan Ahli Waris Hak Atas Tanah Pada Sengketa Di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SOLEMAN LANGARE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DARIUS MAURITSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOSSIE MARIA YULIANTY YACOB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius Mauritsius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yossie Maria Yulianty Yacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA -</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 70 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sengketa tanah adalah sengketa yang timbul karena adanya konflik kepentingan atas tanah. Oleh karena itu, dibutuhkan kepastian hukum dalam bidang sengketa tanah yang di atur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan. Sejak tahun 2015 masalah tanah di Desa Tanglapui dimana terjadi penyerobotan terhadap tanah milik bersama tanpa ijin dan sepengetahuan ahli waris yang lain. Dengan demikian   untuk lebih mendalami permasalahan penyerobotan tanah yang ada maka perlu diangkat dalam sebuah penelitian dengan rumusan masalah (1) Bagaimanakah sistem pembagian warisan di Desa Tanglapui Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor? (2) Bagaimanakah penetapan ahli waris berdasarkan hukum Adat di Desa Tanglapui Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor?
Penilitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan dengan sumber data, data Primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara yang dilakukan terhadap dua belas orang responden kemudian datanya dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan dua sistem yang di gunakan dalam pembagian warisan di Desa Tanglapui, yaitu: (1) Sistem pembagian warisan umum, kepala suku Lonalana tersebut membagi warisan tanah watatuku secara merata kepada suku suku adik, sistem pembagian warisan khusus, kepala suku Lonalana membagikan warisan secara keluarga, kaka beradik berarti kakak yang mendapatkan warisan yang di bagi oleh kepala suku tersebut. (2) (a) Penetapan menurut garis keturunan, (b) Penetapan menurut hukum adat yang berlaku. Tanah Watatuku merupakan pemberian sebagai imbalan jasa dari suku sedama kepada suku Talpi, untuk itu dalam garis keturunan laki-laki ini menurut hukum adat  yang berlaku di Desa Tanglalpui, bahwa ahli waris yang berhak atas tanah watatuku adalah Lonalana. Maka penulis memberi saran kepada kepala suku dan ahli waris agar setiap persoalan sengketa tanah di Desa Tanglapui bisa dapat diselesaikan secara kekeluargaan, dan berjalan sesuai dengan hukum adat yang berlaku di desa tanglapui.

Kata Kunci: Sistem pembagian waris, dan penetapan Hak atas Tanah  sengketa.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010041]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230804]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 LAN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[19133]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-17 13:29:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-21 09:13:18]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>