<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20142">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x E.lanceolatus) Dengan Pemberian Pakan Kepiting  Muda, Ikan Tembang, Dan Pelet]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DOLLY OLIVE FEBRIANI PAIJO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FELIX REBHUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AGNETTE TJENDANAWANGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Felix Rebhung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agnette Tjendanawangi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FRANCHY CH. LIUFETO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 31 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi sumber daya perikanan yang tinggi. Seperti yang kita ketahui, masyarakat memanfaatkan ikan sebagai salah satu bahan pangan mengandung protein tinggi yang bermanfaat untuk menyokong kesehatan tubuh manusia. Ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x E.lanceolatus) menjadi salah satu jenis ikan yang dapat dijadikan komoditas ekspor Indonesia. Pembudidayaan ikan kerapu cantang merupakan cara domestikasi ikan dari habitat asli yang perlu dilakukan karena adanya berbagai faktor baik perubahan alam, pencemaran lingkungan, penangkapan ikan secara berlebihan. Salah satu faktor pendukung keberhasilan budidaya ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x E.lanceolatus) adalah pembenihan ikan kerapu cantang dengan memberi pakan yang sesuai dengan jumlah dan mutu pakan serta pemberian pakan tepat waktu. Pertumbuhan ikan kerapu dipengaruhi oleh beberapa faktor yang termasuk jumlah pakan, waktu pemberian pakan, jenis pakan, kondisi lingkungan, dan kandungan protein pada pakan. Pemanfaatan kepiting muda, ikan tembang, dan pakan pellet sebagai pakan mampu memberikan pertumbuhan yang baik bagi ikan kerapu. Tujuan penelitiaan ini adalah untuk mengetahui bobot mutlak, lpertumbuhan harian, dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan kerapu cantang yang diberi jenis pakan kepiting muda, ikan tembang dan pakan pelet. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2022 dan bertempat di Laboratorium Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan Undana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan yaitu pakan A (Pelet), B (Tembang), C (Kepiting), dan D (Kepiting+Tembang) setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diukur adalah bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup dan  kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot mutlak ikan tertinggi terdapat pada pakan A (pelet) sebesar 2,07 g. Diikuti pakan B (kepting) sebesar 1,57 g. Pakan D (Kepting+tembang) sebesar 1,20 sedangkan pertumbuhan boot mutlak terendah terdapat pada pakan C (Tembang) sebesar 0,90 g. Hasil uji Anova bobot mutlak menunjukkan bahwa nilai F hitung (1.7157) < dari F tabel pada tingkat kepercayaan 5% (4.0662). Pakan pelet memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian. Sedangkan Kepiting muda memberikan hasil terbaik pada Tinggkat kelangsungan hidup ikan.

Kata Kunci: Pakan, Ikan Kerapu Cantang, Bobot Mutlak, Laju Pertumbuhan Harian, Kelangsungan Hidup.</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1713010117]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231121]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Peternakan Kelautan Dan Perikanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 PAI P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20142]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-16 11:18:31]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-25 13:16:56]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>