<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20228">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERAN TOKOH ADAT DALAM PENYELESAIAN KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI DESA SAUKIBE, KECAMATAN AMFOANG BARAT LAUT]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CHARLENS ELMADEN MANIT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Karolus K. Medan, S.H.,M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Darius A. Kian, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius A Kian</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Karolus K. Medan, SH.,M.Hum. - 19620422 199003 1 001</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Bhisa Vitus Wilhelmus, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIII + 63 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kekerasan terhadap perempuan menjadi korban bahkan terjadi setiap hari di Desa Saukibe, Kecamatan Amfoang Barat Laut sendiri kasus kekerasan menjadi salah satu masalah yang krusial dan butuh upaya keras dalam pembenahannya oleh semua pihak salah satu contoh kekerasan yang terjadi adalah kekerasan terhadap perempuan atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) periode 1 Januari 2022 sampai 31 Desember 2022 tercatat sebanyak 1 kasus yang berhasil di mediasi. Rumusan masalah dalam penelitian adalah: (1) Bagaimanakah peran tokoh adat dalam upaya penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan di Desa Saukibe, Kecamatan Amfoang Barat Laut? (2) Apa sajakah yang menjadi kendala dalam proses penjatuhan sanksi adat di Desa Saukibe, Kecamatan Amfoang Barat Laut? Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, artinya bahwa dalam menganalisis permasalahan dilakukan dengan memadukan data-data yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan;1) peran tokoh adat dalam upaya penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan yaitu mempertemukan pelaku dan korban pihak keluarga dalam mediasi dan hadirkan para tokoh adat. 2) Kendala dalam proses penjatuhan sanksi adat: Pelaku memberikan segala macam alasan dan tidak mau bertanggung jawab atas sanksi yang diberikan akan tetapi sebagai tokoh adat akan berusaha untuk mengendalikan pelaku supaya bertanggung jawab atas perbuatannya.  Penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan di Desa Saukibe Kecamatan Amfoang Barat Laut, taleko tafani nok hit aok biak (memperbaiki kembali hubungan antara pelaku dan korban serta kedua keluarga besar). Disarankan kepada amaf dan tokoh-tokoh adat agar tradisi  taleko tafani dalam peran menyelesaikan kasus kekerasan terhadap perempuan untuk tetap melestarikan nilai-nilai adat dan juga memperkenalkan adat pada generasi mudah. 
Kata kunci : Kekerasan terhadap perempuan, peran tokoh adat, hukum adat.</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010389]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231128]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01 Man P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Adm_Negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20228]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-17 19:25:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-01 08:29:19]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>