<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20400">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Komunikasi Visual dalam Desain Tenun Masyarakat Suku Mollo (Studi Etnografi di Desa Taneotob, Kecamatan Nunbena, Kabupaten TTS)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ivan Oematan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria V.D Pabha Swan, S.Sos, M.Med.Kom</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Yermia Djefri Manafe, S. Sos, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Yermia Djefri Manafe, S.Sos, M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Maria V. D. P. Swan, S.Sos, M.Med.Kom</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Petrus Ana Andung, S.Sos, M.Si - 19740207 200801 1 012</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[3]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Universitas Nusa Cendana]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVIII-176]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan pesan komunikasi visual, makna dan proses desain tenun masyarakat suku mollo di desa taneotob. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Interaksi Simbolik Blumer. Penelitian ini berfokus kepada desain tenun lulat bermotif pau’kolo dan lul’sial yang menjadi objek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentuk visual dan warna desain tenun bermotif Lul’sial dan Pau’kolo adalah simbol dari Ikat Pinggang Perang dan Pedang Leluhur Kefettoran Nunbena sebagai alat yang memiliki kekuatan magis dan diberangi dengan barisan warna merah, putih serta warna-warni pelengkap seperti hijau, kuning, orange, hitam merah muda dan lainnya yang mencerminkan relasi kehidupan seluruh alam ciptaan dan makhuk hidup yang berdiam di kefettoran Nunbena. Kedua alat tersebut yang digunakan untuk melindungi rakyat serta wilayah Nunbena. Selain desain tenun lulat memiliki makna Bentuk desain berdasarkan gender, selimut diperuntukan bagi laki-laki dengan bentuk persegi empat dan panjang serta disetiap ujung selimut memiliki bulu, sedangkan untuk perempuan dalam bentuk sarung yang dijahit bulat. Hal tersebut menggambarkan sistem keturunan di kefettoran nunbena yakni dalam kehidupan berkeluarga, nama marga dari laki-laki yang diwarkan kepada anak-anak. Selanjutnya fungsi kedua desain tenun tersebut adalah pelindung bagi tubuh, sumber mata pencaharian dan dimaknai sebagai akar kehidupan masyarakat Taneotob. Proses desain dimulai dari Nonot atau perangkaian benang kemudian proses Teon atau menenun menggunakan teknik yang berbeda dalam menenun kedua motif tersebut. para penenun di Fettor Nunbena menggunakan teknik Ikat untuk motif Pau’kolo dan Songket untuk motif Lul’sial.

Kata kunci: Interaksi Simbolik, Desain Tenun, Komunikasi Visual, Masyarakat Desa Taneotob</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[1703050147]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231221]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi-FISIP-Undana]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01   Oematan K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20400]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-19 20:57:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-02 14:42:54]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>