<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20458">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tinjauan Yuridis Ratio Legis Pengaturan Sanksi Pidana Terhadap Delik Cabul Terhadap Anak Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NELSON FILIPE DIAS QUINTAS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA GANEFO MANUAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Thelma S M Kadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[XIII + 78 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis: 1). Perbandingan sanksi pidana delik perbuatan cabul antara Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, 2). Ratio logis dari pengaturan pemidanaan terhadap delik cabul dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif yang menggunakan berbagai bahan hukum sekunder dengan memadukan bahan dari buku dan Peraturan Perundang-undangan, teori hukum, dan pendapat para ahli.  Hasil penelitian bahwa 1). Dari segi perbandingan lamanya hukuman penjara atau banyaknya denda, maka Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak lebih responsif dari pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. 2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak memberikan ancaman pidana yang lebih tinggi bagi pelaku kekerasan seksual pada anak. Sementara, Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual membangun mekanisme pemidanaan yang komprehensif, integral dan holistik termasuk kewajiban  rehabilitasi pelaku. Saran dari penulis yaitu, Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual seharusnya perlu memperhatikan kepentingan anak karena jika dilihat dari formulasi sanksi dari kedua undang-undang tersebut maka dapat di lihat bahwa Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak lebih berat dalam memberikan sanksi kepada pelaku.
Kata kunci : Ratio Legis, Cabul, Anak.</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2202042008]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231120]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01 QUI T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-tesis-ilmu-hukumi1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20458]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-22 18:35:11]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-29 07:53:08]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>