<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20501">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Variasi Suhu Air Campuran Pada Saat Pengecoran Terhadap Kuat Tekan Beton Normal]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DWIKURNIA ETHELDREDA SUN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ELIA HUNGGURAMI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ELSY E HANGGE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Remigildus Cornelis</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Elia Hunggurami</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Elsy E Hangge</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVIII + 226 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Air campuran beton berperan sebagai pembantu dalam proses hidrasi semen. Air yang digunakan umumnya bersuhu ruang atau tergantung kelembaban udaranya. Namun,  setiap daerah memiliki suhu udara dan kelembaban yang berbeda-beda, sehingga mempengaruhi suhu air disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu air campuran terhadap kuat tekan beton normal dan waktu ikat pasta semen. Mutu rencana beton yang digunakan adalah 25 MPa. Variasi suhu air adalah 5˚C, 10˚C, suhu air normal, 35˚C, dan 40˚C. Sampel dalam penelitian ini berupa pasta semen berjumlah 5 buah dan beton berjumlah 45 buah.  Waktu perawatan (curing) selama 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukan waktu ikat paling  lambat terdapat pada pasta semen dengan suhu air 5˚C yaitu 80,30 menit dan waktu ikat paling cepat terdapat pada pasta semen dengan suhu air 40˚C yaitu 62 menit. Hal ini menunjukan bahwa semakin rendah suhu air yang digunakan maka semakin lambat pengikatan antara semen dengan air dan begitupun sebaliknya. Pada beton yang menggunakan suhu air 40°C memiliki persentase penurunan kuat tekan 7 hari, 14 hari dan 28 hari berturut-turut sebesar 14,70%; 21,25%; 18,06%; suhu air 35°C sebesar 5,17%; 12,50%; 13,06%;  suhu air 10°C sebesar 1,47%; 11,25%; 11,55%; dan suhu air 5°C sebesar 7,35%; 9,38%; 16,25% dari kuat tekan beton yang menggunakan suhu air normal. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi suhu air campuran terhadap suhu air normal maka nilai kuat tekannya semakin rendah dan semakin menurun suhu air mendekati suhu normal yang digunakan pada saat pengecoran maka cenderung memiliki kuat tekan yang semakin meningkat. Begitupun juga dengan semakin rendah suhu air campuran terhadap suhu air normal maka nilai kuat tekannya semakin rendah dan semakin naik suhu air mendekati suhu normal yang digunakan pada saat pengecoran maka cenderung memiliki kuat tekan yang semakin meningkat. 
Kata kunci : Variasi suhu, kuat tekan, beton normal</note>
<classification><![CDATA[222.01]]></classification><ministry><![CDATA[22201]]></ministry><studentID><![CDATA[1806010118]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231213]]></identifier><departementID><![CDATA[Teknik Sipil]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[222.01 SUN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-teknik-sipil.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20501]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-23 11:50:10]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-30 08:08:26]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>