<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20546">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Strategi Coping Stres Pada Remaja Yang Melakukan Kohabitasi Di Kabupaten Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>VEBRIANI GABREILLA SADUK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DIAN LESTARI ANAKAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Juliana M.Y. Benu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Imelda Februati Ester Manurung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dian Lestari Anakaka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Juliana M.Y. Benu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIII + 170 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tahap perkembangan manusia dimulai dari masa bayi, masa anak-anak, dilanjutkan dengan masa remaja, kemudian masa dewasa dan memasuki usia lanjut. Batas usia remaja menurut World Health Organization (WHO) yang sedang berada dalam tahap transisi dalam rentan usia 10 hingga 20 tahun. Proses perkembangan remaja yang cenderung menonjol adalah perubahan fisik secara ekternal, dari perubahan fisik remaja adanya organ seks yang dimana aktivitas seksual pada remaja merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Perilaku seks remaja dapat menimbulkan kehamilan diluar nikah karena pada dasarnya remaja melakukan hal tersebut dengan rasa coba-coba sehingga, dampak dari  perilaku seks remaja diluar nikah adalah kohabitasi atau melakukan tinggal bersama tanpa adanya ikatan pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengatahui strategi coping stres pada remaja yang melakukan kohabitasi ditinjau dari aspek analisis: emotional focused coping yaitu dukungan sosial, penerimaan, penolakan, religiusitas dan problem focused coping  yaitu keaktifan diri, perencanaan, kontrol diri, dukungan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomonologi dan menggunakan teknik analisis tematik. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposes Sampling dan  Convenience Sampling dengan partisipan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Dari hasil analisis ditemukan 5 tema utama 1) Proses remaja tinggal bersama, 2) Tanggapan orang tua dan lingkungan, 3) Kendala saat menjalani kehidupan bersama, 4) Strategi emotional focused coping dan 5) Strategi problem focused coping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diam dapat meminimalkan tekanan, penyelesaian masalah, berdoa bisa lebih tenang, dan perencanaan ke depan dapat menjadi strategi coping stres bagi remaja yang sedang melakukan kohabitasi. 
Kata kunci: Kohabitasi, Stres, Coping Stres.</note>
<classification><![CDATA[732.01]]></classification><ministry><![CDATA[73201]]></ministry><studentID><![CDATA[1907020045]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231207]]></identifier><departementID><![CDATA[Psikologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[732.01  SAD S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[SKRIPSI_PRODI_IKM.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20546]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-24 08:24:38]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-29 12:55:26]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>