<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20619">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor Moringa oleifera Terhadap Pertumbuhan Ikan Bandeng Chanos chanos]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA YELISTA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FELIX REBHUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PRIYO SANTOSO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Felix Rebhung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Priyo Santoso</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ade Yulita Hesti Lukas</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 35 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilakukan selama dua bulan terhitung mulai tanggal 20 Juni – 20 Agustus 2022 di instalansi Tambak Oesapa, Dinas kelautan dan Perikanan-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wadah diisi air 5 L dan siapkan bola lampu warna biru, hijau, merah. Kemudian persiapan hewan uji, dimana benih diaklimatisasi terlebih dahulu. Ikan yang digunakan sebanyak 36 ekor dengan ukuran 6-8 cm dengan penebaran menggunakan ukuran yang seragam. Serta penebaran, pemeliharaan dan perlakuan hewan uji, dimana penebaran tiap unit percobaan sebanyak 3 ekor dengan setiap unit yang sudah dipasang lampu. Selama pemeliharaan ikan diberi makan (pakan megami no.3) 3 kali sehari pagi (08:00), siang (12:00), sore (16:00). Pengukuran pertumbuhan yang dilakukan selama 60 hari penelitian memiliki hasil yang berbeda pada setiap perlakuan. Rata-rata pertumbuhan berat mutlak tertinggi terlihat pada perlakuan D sebesar 17,95 gram, diikuti oleh perlakuan C 12,31 gram, perlakuan A (Kontrol) 10,70 gram, dan yang terendah pada perlakuan B 10,53 gram. 
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu 17,95 g relatif sama dengan  hasil penelitian dari Basir (2018)  yang memperoleh nilai pertumbuhan mutlak ikan bandeng sebesar 18 g, kedua hasil ini berbeda dengan hasil penelitian Naria et al, (2022) yang menggunakan tepung daun kelor 20% diperoleh pertumbuhan berat mutlak 4,24 g lebih rendah dibandingkan dengan penelitian ini. Hasil yang didapat menunjukan bahwa semakin besar penambahan daun kelor maka laju pertumbuhan bobot mutlak semakin tinggi. tidak terjadi kematian atau mortalitas selama 60 hari masa pemeliharaan. Jumlah ikan pada setiap perlakuan adalah 10 ekor. Setiap perlakuan menghasilkan presentasi ikan yang hidup sebesar 100%. Kelangsungan hidup ikan bandeng dalam penelitian ini tinggi diduga disebabkan pakan yang dikonsumsi mampu mendukung semua proses fisiologis secara normal. Selain itu, faktor yang mungkin mendukung kelangsunga hidupikan bandeng yang tingg pada penelitian ini adalah kualitas media pemeliharaan. Hal ini sesuai dengan penelitian Murjani, (2011), bahwa kelangsungan hidup ikan berhubungan erat dengan tingkat konsumsi dan kualitas pakan yang diberikan serta faktor lingkungan. Nilai efisiensi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan A (kontrol) sebesar 9,26% kemudian diikuti perlakuan D 9,23%, perlakuan C sebesar 8,94% dan terendah terdapat pada perlakuan B dengan nilai 8,52%. Berdasarkan  hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Pemberian penambahan tepung daun kelor pada pakan budidaya ikan bandeng dengan persentase yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata 

Kata Kunci : Moringa oleifera, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup, Efisiensi Pakan, Kualitas Air.</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1813010012]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231211]]></identifier><departementID><![CDATA[Budidaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 YEL P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="24160" url="" path="/54243-S1-1813010012-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor Moringa oleifera Terhadap Pertumbuhan Ikan Bandeng Chanos chanos]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20619]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-24 14:16:09]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-30 07:10:52]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>