<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20627">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tinjauan Yuridis Pembatalan Perkawinan Akibat Larangan Perkawinan Sedarah (Soghe Sala) Menurut Hukum Adat Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>EUSABIUS NDARI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DARIUS MAURITSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sukardan Aloysius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius Mauritsius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA -</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 65 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pembatalan Perkawinan Sedarah (Soghe Sala) pada kasus perkawinan di Desa Nginamnu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada. Kasus Perkawinan Sedarah (Soghe Sala) tercatat sering terjadi dan berhasil menyelesaikan dengan solusi terakhir yaitu mengusir kedua pelaku keluar dari Desa Nginamnu. Rumusan masalah dalam penelitian adalah: (1) Bagaimana Proses pembatalan Perkawinan Sedarah (Soghe sala) Menurut Hukum Adat Nginamanu Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada? (2) Bagaimana Akibat Adanya Larangan Perkawinan Sedarah (Soghe sala) Menurut Hukum Adat Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada?.
Penelitian ini merupakan empiris artinya bahwa dalam menganalisis permasalahan dilakukan dengan memadukan bahan-bahan hukum yang diperoleh di lapangan, sumber dan bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer, sekunder, tersier dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses Pembatalan Perkawinan Sedarah (Soghe sala) Menurut Hukum Adat Nginamanu: Lii Ve (Beredaranya Isu Soghe Sala), Gae lara (Cari Solusi), Robo Koli (Ritual Potong Daun Lontar), Lara Eko(Solusi Terakhir), Dan Gae Lara Wali (Mencari Solusi Lainnya) Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada. (2) Akibat adanya Larangan Perkawinan Sedarah (Soghe sala), melanggar aturan ini dengan melakukan pernikahan semarga percaya bahwa akan terjadi bencana yaitu kemarau yang panjang dan hasil panen perkebunan akan rusak, masyarakat akan mengalami kelaparan yang panjang dan masyarakat masih menghormati aturan adat yang telah dibuat sejak dulu oleh nenek moyang terdahulu, akan diberi sanksi dikucilkan bahkan diusir dari wilayah setempat karena masyarakat setempat takut akan bencana yang akan terjadi di daerah tersebut menurut Hukum Adat Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada. Dalam kasus ini penulis menyarankan para orang tua mendidik anaknya sejak dini untuk memahami aturan-aturan adat mauapun tradisi adat di Desa nginamanu, sehingga ketika dewasa mereka yang akan melakukan perkawinan dapat memilih pasangan hidup yang tidak bertentangan dengan aturan adat desa nginamanu dan untuk para Tokoh adat Desa nginamanu di setiap desa agar selalu memberikan pengertian-pengertian adat terutama larangan perkawinan semarga, bagi calon mempelai wanita dan pria pada masyarakat karo supaya menikah baik secara agama, adat isti adat, dan juga didaftarkan kepada instansi yang berwenang sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan.

Kata kunci: Perkawinan, Pembatalan Perkawinan Sedarah, Soghe Sala, Akibat Perkawinan Sedarah</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010613]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231124]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 NDA T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20627]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-24 14:39:45]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-30 08:49:10]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>