<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20648">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pola Pembagian Lahan Secara Tradisional (Studi Pola Relasi Aktor Non Formal Dalam Pembagian Lahan (Lingko) Lodok, di Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FREDERIKA DASAR</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Frans W. Muskanan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Alfridus S.D Dari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Esrah Disyon Nino Am Benu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Alfridus S. D. Dari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Frans W. Muskanan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 94 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini menjelaskan tentang pola relasi aktor non formal dalam pembagian Lingko atau lahan Lodok di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai. Secara lebih spesifik penelitian ini hendak melacak pembagian lahan secara tradisional di Desa Meler, Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai dalam struktur kekuasaan adat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara,observasi dan dokumentasi. Studi ini menggunakan teori struktur dan agen oleh Anthony Giddens yang mana akan mengklasifikasikan tiga (3) aspek yakni Penandaan (Signification), Penguasaan atau Dominasi (Domination) dan Pembenaran atau Legitimasi (Legitimation) untuk menganalisis pola relasi aktor non formal dalam pembagian Lingko/lahan di Desa Meler. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tiga aspek yang dirumuskan oleh Anthony Giddens memiliki implikasi-implikasi dalam proses relasi aktor non formal atau aktor adat dalam pembagian Lingko atau lahan. Pada aspek penandaan (signification) terdapat makna atau simbol dalam proses pembagian Lingko/lahan Lodok yaitu ‘Lonto leok’ yang berarti persatuan. Pada aspek kedua  Penguasaan atau Dominasi (Domination) yaitu dalam pembagian Lingko/lahan didominasi oleh aktor adat yaitu Tua Teno beserta Tua adat lainnya mendapatkan lahan dengan ukuran yang lebih besar. Kemudian aspek ketiga  Pembenaran atau Legitimasi (Legitimation) yaitu dalam pembagian Lingko/lahan ada aturan dalam proses pembagian lahan yakni diawali dengan musyawarah yang dilakukan di rumah Gendang (rumah adat Manggarai). Musyawarah tersebut dilakukan  untuk mengenal  orang tua,adik dan kakak. Sehingga pembagian lahan itu dilakukan secara merata untuk Tua Teno beserta Tua adat lainnya mendapatkan Lingko/lahan yang lebih besar. Hal tersebut juga  merupakan aturan dalam pembagian lingko/lahan sesuai dengan statusnya dalam suatu kampung. 
Kata kunci : Struktur,Agen, Relasi  Aktor Adat, Pembagian Lingko/Lahan</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903040004]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231124]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 DAS P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20648]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-24 17:17:59]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-31 10:03:53]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>