<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20656">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penegakan Hukum Terhadap Aparat Kepolisian Yang Lalai Menyimpan Senjata Api Sehingga Mengakibatkan Disalahgunakan Oleh Orang Lain  (Studi Kasus Laporan Polisi:]]></title>
<subTitle><![CDATA[LP-A&#47;87&#47;XII&#47;HUK.12.10&#47;2018 TGL 17 Desember 2018)]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ANDRIANO YONDRY KLARAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA GANEFO MANUAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Thelma S M Kadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 79 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kepolisian adalah suatu institusi yang memiliki ciri universal yang dapat ditelusuri dari sejarah lahirnya polisi baik sebagai fungsi maupun organ. Setiap anggota Polri yang melanggar peraturan dinas akan dikenakan hukuman disiplin. Pada Pasal 9 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2003 dicantumkan bentuk hukuman disiplin Polri. Prosedur pengunaan senjata api sudah jelas teratur dalam Peraturan Kepala Kepoilisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2009 dan juga dalam Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2002. Adapun permasalahan yang di kaji oleh penulis dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana penegakan hukum terhadap aparat kepolisian yang lalai menyimpan senjata api sehingga mengakibatkan disalahgunakan oleh orang lain? 2) Apa saja faktor-faktor penghambat penegakan hukum terhadap aparat kepolisian yang lalai menyimpan senjata api sehingga mengakibatkan disalahgunakan oleh orang lain? Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif-empiris.. Tujuan hukuman disiplin adalah untuk memperbaiki dan mendidik anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang melakukan pelanggaran disiplin. Berdasarkan hasil putusan maka Ankum memutuskan untuk sidang disiplin sesuai dengan LP-A/87/XII/HUK.12.10/2018 TGL 17 Desember 2018 sanksi yang diberikan berupa teguran tertulis, penundaan mengikuti pendidikan paling lama 1 (satu) tahun, mutasi yang bersifat demosi, pembebasan dari jabatan dan penempatan dalam tempat kasus paling lama 21 (dua puluh satu) hari Undang-Undang PP Nomor 2 tahun 2003 pasal 9 huruf (a,b,e,f dan g). Adapun  faktor-faktor yang  menghambat  penegakan hukum dalam penjatuhan sanksi adalah faktor internal dan faktor eksternal. Upaya yang di lakukan adalah dengan upaya preventif yaitu upaya pencegahan dengan cara memperhatikan dan lebih memperketat syarat-syarat sebelum memberikan senjata api oleh anggota Kepolisian. Menjalankan hal-hal yang menjadi syarat penggunaan senjata api oleh aparat Kepolisian diantaranya; pemberian ijin melalui mekanisme ujian terhadap aparatur, dengan mempertimbangkan mental, keprofesionalan, proporsionalitas, serta pelatihan-pelatihan yang lebih intensif.  
Kata Kunci : Polri, sidang disiplin,penyalahgunaan senjata api</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2211042005]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221218]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01  KLA P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-tesis-ilmu-hukumi1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20656]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-24 18:19:39]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-30 09:53:30]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>