<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20686">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kegagalan Pengobatan Fase Intensif Penderita TB Paru Bta Positif Kasus Baru Di Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARKUS GREGORIUS BARBARICO SERWUTUN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>IMELDA FEBRUATI ESTER MANURUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SOLEMAN LANDI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Apris A Adu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Imelda Februati Ester Manurung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Soleman Landi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 105 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang terbesar di dunia. Puskesmas Nulle merupakan Puskesmas dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 32 Kasus pada tahun 2022, pada tahun 2021 sebanyak 32 kasus, meningkat dari tahun 2020 sebanyak 49 kasus dan 2019 sebanyak 30 kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendidikan, merasa sehat, efek samping obat, dukungan sosial, pengawas minum obat (PMO), dan jarak rumah ke fasiltas kesehatan dengan kegagalan pengobatan TB diwilayah kerja Puskesmas Nulle. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan desain case control study, yang merupakan suatu penelitian yang berkaitan dengan faktor risiko yang di pelajari mengunakan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita TB yang gagal berobat yang terdapat di puskesmas Nulle tahun 2021 sejumlah 26 orang, untuk sampel kasus diambil dengan teknik total sampling sedangkan kelompok kontrol diambil mengunakan teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan, merasa sehat, kepatuhan minum obat, efek samping obat, dukungan sosial, pengawas minum obat (PMO), dan jarak rumah ke fasilitas kesehatan, variabel dependen dalam penelitian ini adalah kegagalan pengobatan TB pada fase intensif. Pengumpulan data mengunakan kuisioner. Data dianalisis mengunakan uji Chi Square dengan signifikansi <0,05. Hasil analisis dengan nilai Odd Ratio (OR) menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan (0,004), efek samping obat (0,021), jarak rumah ke fasilitas kesehatan (0,009), dukungan sosial (0,026). Perlu adanya peran aktif dari  masyarakat dalam mendukung dan mengawasi penderita dalam menyelesaikan pengobatan dan diharapkan agar penderita patuh minum obat sesuai dengan petunjuk yang diberikan serta menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

Kata kunci :Gagal Obat, TBC, Paru</note>
<classification><![CDATA[132.01]]></classification><ministry><![CDATA[13101]]></ministry><studentID><![CDATA[1707010013]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231130]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Kesehatan Masyarakat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[132.01 SER F]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="24230" url="" path="/13201-S1-1707010013-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kegagalan Pengobatan Fase Intensif Penderita TB Paru Bta Positif Kasus Baru Di Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-prodi-ikm.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20686]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-24 22:40:59]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-30 14:01:45]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>