<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20707">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Persepsi Generasi Z Tentang Torok Dalam Upacara Penti (Studi  Pada Generasi Z di Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Anastasia Cica Rae</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JOSEP EMANUEL JELAHUT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Josep Emanuel Jelahut</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yeheskial Adriaan Roen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv+83 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Judul dari penelitian ini ‘PERSEPSI GENERASI Z TENTANG TOROK DALAM UPACARA PENTI (Studi  Pada Generasi  Z  Di Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai)’ yang ditulis oleh Anastasia Cica Rae dengan Nim 1903030010 tahun 2023. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi generasi Z terhadap ritual torok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi generasi Z terhadap ritual torok sebagai bentuk tradisi. Penelitian ini menggunakan teori persepsi sosial yang dikembangkan oleh Sherry Ortner.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan data berupa observasi, wawancara, dan dokumtasi. Teknik yang digunakan dalam penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, maka yang menjadi informan dalam penenlitian ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari tua adat dan generasi Z yang ada di kelurahan Tenda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa generasi Z di Kelurahan Tenda sebagian besar tidak mengetahui arti dan makna ari ritual torok terutama dalam upacara penti. Menurut informan upacara adat seperti ini hanya wajib diikuti oleh orang tua saja, sehingga informan merasa tidak perlu terlibat secara langsung dalam setiap upacara adat. Meskipun begitu ada beberapa dari informan yang  menganggap bahwa keterlibatan informan sebagai generasi muda sangat perlu karena informan merasa mereka sebagai generasi Z lah yang akan mewariskan tradisi di daerah Manggarai. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa, 1. Ada tiga makna dalam ritual torok  yaitu  Makna Religius, Makna Historis, Makna Persatuan. Dari tiga makna ritual torok generasi Z  hanya memahami torok  sebagai bentuk ungkapan syukur atas rejeki yang mereka peroleh, 2. Faktor penghambat kurangnya pemahaman generasi Z tentang torok:1. Kurangnya keikutsertaan dalam upacara adat, 2. Kurangnya desakan orang tua terhadap anaknya atas keikutsertaan dalam ritual torok, 3. Minimnya informasi tentang torok yang generasi Z  peroleh dari orang tua, 3. Generasi Z tidak sepenuhnya paham tentang arti dan makna dari ritual torok  yang ada di setiap upacara adat. Saran dalam penelitian ini Kepada ketua adat, tokoh masyarakat, serta seluruh Masyarakat Kelurahan Tenda agar selalau memberikan pemahaman-pemahaman dasar tentang torok kepada generasi Z. Dan kepada lembaga pendidikan daerah setempat agar memperkuat mata pelajaran seni budaya dengan fokus pada budaya lokal, termasuk ritual torok, guna memperkenalkan dan memperkuat pemahaman generasi Z tentang warisan budaya tradisional.
Kata Kunci : Persepsi generasi z, ritual torok, upacara penti</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903030010]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231219]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Rae P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20707]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-25 09:11:55]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-26 09:44:07]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>