<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="20917">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KAJIAN ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN DI PERAIRAN ATAPUPU KABUPATEN BELU]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KRISTINA ADINDA SOI MAU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YAHYAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CHATERINA AGUSTA PAULUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Chaterina A. Paulus, M. Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Ir. Yahyah, M. Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Alexander L. Kangkan, S.Pi., M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 52 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pengembangan teknologi penangkapan ikan ditekankan pada teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan dengan harapan dapat memanfaatkan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan adalah suatu alat tangkap yang tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Kriteria teknologi penangkapan ikan memiliki beberapa aturan penting, yaitu: selektifitas yang tinggi,tidak membahayakan nelayan, tidak destruktif terhadap nelayan, produksinya berkualitas, produknya tidak membahayakan konsumen, ikan yang terbuang minimum, tidak menangkap spesies yang dilindungi atau terancam punah, dampak minimum terhadap keanekaragaman hayati dan dapat diterima secara sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap ikan yang beroperasi di Perairan Atapupu, Kabupaten Belu. Tingkat keramahan lingkungan akan di analisis skorsing kriteria keramahan lingkungan alat tangkap menurut FAO (1995). Kabupaten Belu adalah wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Negara Timor Leste, di mana kedua negara berbagi wilayah perairan Selat Ombai. Sumber daya perikanan Selat Ombai dimanfaatkan secara bersama oleh nelayan kedua negara, sehingga secara pengelolaan termasuk perikanan lintas batas (transboundary fishery). Aktivitas perikanan termasuk ke dalam skala 94,50%. Armada tangkapnya terdiri atas perahu tanpa motor dan perahu motor tempel dan 94,50% alat tangkap pasif untuk perairan dangkal dan hasil tangkapan berbagai macam ikan berupa ikan pelagis kecil, dan demersal umumnya dipasarkan secara lokal.
Hasil penelitian yang menunjukan bahwa alat penangkapan ikan yang beroperasi di perairan atapupu terdiri dari pancing ulur, rawai, pukat cincin, dan jaring insang. Variabilitas jenis ikan hasil tangkapan pada alat tangkap yang beroperasi di perairan atapupu terdiri dari 15 spesies ikan. Identifikasi alat penangkapan ikan ramah lingkungan berdasarkan 9 kriteria dari ketentuan FAO terdapat beberapa alat penangkapan ikan yang sangat ramah lingkungan yaitu pancing ulur (skor 28), pukat cincin (skor 30), jaring insang (skor 30,8) dan alat tangkap rawai (skor 26,3). 
Kata Kunci : Variabel Hasil Tangkapan, Alat Tangkap Ramah Lingkungan, Perairan Atapupu.</note>
<classification><![CDATA[542.42]]></classification><ministry><![CDATA[54242]]></ministry><studentID><![CDATA[1813020042]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230623]]></identifier><departementID><![CDATA[Manajemen Sumberdaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.42 Mau K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[MSP.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[20917]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-26 11:27:08]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-01 13:42:09]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>