<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21075">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pusat Inovasi Kebudayaan Timor Tengah Selatan Di Kota Soe Dengan Penerapan Arsitektur Tematik]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PRICO ENJELINA NATTY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>THEODORA  M.C. TUALAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria L. Hendirk</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Linda W Fanggidae</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Theodora M. C. Tualaka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Maria L. Hendirk</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 123 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Timor Tengah Selatan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pulau Timor dengan tiga suku yang membentuk dan tergabung didalamnya yakni suku Amanuban, Suku Amanatun dan Suku Mollo. Ketiga Suku ini memiliki keragaman seni dan budaya yang memiliki ciri khas nya masing-masing. Semakin derasnya perkembangan arus globalisasi telah memberikan dampak yang begitu besar dalam kehidupan manusia. Di Indonesia, kebudayaan pun ikut terancam oleh adanya akulturasi budaya asing. Hal itu juga terjadi pada masyarakat Timor Tengah Selatan yaitu semakin kecil nilai akan cinta kepada budaya. Upaya pemerintah kabupaten Timor Tengah selatan dalam melestarikan budaya yaitu dengan mendukung aktifitas Sanggar seni. Sanggar seni yang ada, didirikan secara mandiri atau perorangan, dan fasilitasnya sangat terbatas. Selain itu pemerintah juga menyelenggarakan festival- festival budaya setiap tahunnya yaitu, festival budaya/atraksi atoin pah meto, beberapa gedung pernah digunakan untuk pertunjukan kebudayaan namun belum mencapai standar.  Penelitian ini bertujuan untuk merancang  Pusat Inovasi Kebudaya yang akan berlokasi di Kota Soe. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kegiatan budaya dan inovasi yang bertujuan untuk merayakan, melestarikan, mendidik dan memajukan kekayaan budaya serta kreativitas masyarakat Timor Tengah Selatan. Fasilitas ini akan dirancang dengan menerapkan konsep Arsitektur Tematik (Fun, Symbolic dan Adaptive) yaitu menerapkan simbol khas daerah dengan menimbulkan rasa suka dan bahagia pada perancangan, dan adaptasi terhadap beragam aspek lingkungan budaya, termasuk peran teknologi dalam mempromosikan dan melestarikan warisan budaya. Hasil dari perancangan ini adalah penerapan tema Fun yaitu kesenagan yang berfokus pada kegiatan dan aktifitas pengunjung pada perancangan, penerapan tema Symbolic yaitu menerapkan bentukan motif tenunan suku Amanuban, Amanatun dan Mollo pada fasad bangunan, dan penerapan tema Adaptive yaitu Kesesuaian desain dan tampilan bangunan menurut  era zaman modern, dan  kesesuaian perancangan dengan iklim setempat. Pusat Inovasi Kebudayaan ini diharapkan akan menjadi pusat penting bagi masyarakat setempat dan pengunjung untuk menghargai dan merayakan kebudayaan Timor Tengah Selatan.
Kata Kunci : Pusat Kebudayaan, Inovasi, Arsitektur Tematik</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1906090013]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231212]]></identifier><departementID><![CDATA[Arsitektur]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 NAT P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Arsitektur.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21075]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-27 14:08:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-02 03:34:49]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>