<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21107">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pola Komunikasi Fasilitator Lapangan Dalam Membangun Human Relations Dengan Kelompok Perempuan (Studi Kasus Pada Program Perempuan Dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa Oelbanu)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Precilia Beatrix Alenita Meomanu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LUKAS LEBI DAGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Veki Edizon Tuhana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lukas Lebi Daga</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Ana Andung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Veki Edizon Tuhana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVII + 145 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Komunikasi memiliki peran yang sangat penting terutama dalam membangun hubungan kemanusiaan yang baik dengan masyarakat desa sasaran program pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi fasilitator lapangan dalam membangun human relations dengan kelompok perempuan Desa Oelbanu dan untuk menjelaskan hambatan dalam proses komunikasi fasilitator lapangan dalam membangun human relations dengan kelompok perempuan Desa Oelbanu. Penelitian ini menggunakan paradigm interpretif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini berfokus pada pola komunikasi fasilitator lapangan dalam membangun human relations dengan kelompok perempuan sebagai objek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dikaji menggunakan teori Fundamental Interpersonal Relation Orientation (FIRO) yang mana melihat proses fasilitato  lapangan dalam membangun hubungan dengan kelompok perempuan berdasarkan interaksi dan kebutuhan yang menjadi dorongan bagi kelompok perempuan untuk bergabung dan menjalin relasi dalam kelompok tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi yang digunakan fasilitator lapangan dalam proses pemberdayaan kelompok perempuan Desa Oelbanu menggunakan pola komunikasi rantai dan pola komunikasi bintang. Namun, untuk membangun human relations dengan kelompok perempuan Desa Oelbanu, pola komunikasi bintang adalah pola komunikasi yang efektif untuk diterapkan karena fasilitator lapangan dan kelompok perempuan memiliki kedudukan yang sama dalam proses komunikasi sehingga tidak ada batasan untuk saling bertukar informasi. Hal ini juga didukung dengan aspek-aspek human relations seperti pendekatan komunikasi antarpribadi, motivasi, kepercayaan, keterbukaan dan penyelesaian konflik dalam hubungan anatara fasilitator lapangan dengan kelompok perempuan. Adapun hambatan yang dihadapi fasilitator lapangan dalam proses komunikasi yakni perbedaan latar belakang budaya dan gangguan dalam penerapan pola komunikasi rantai dan pola komunikasi bintang.

Kata kunci: Pola komunikasi, human relations.</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903050033]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231204]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 Meo P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="24558" url="" path="/70201-1903050033-S1-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Pola Komunikasi Fasilitator Lapangan Dalam Membangun Human Relations Dengan Kelompok Perempuan (Studi Kasus Pada Program Perempuan Dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa Oelbanu)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21107]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-28 08:50:40]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-01 13:57:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>