<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21144">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Belanja Pemerintah Daerah Untuk Percepatan Penurunan Kejadian Stunting Di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2022]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GEDALYA MERARY BANOET</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SERLIE K A LITTIK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DOMINIRSEP OVIDIUS DODO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Serlie K A Littik</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dominirsep Ovidius Dodo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Tadeus A. L. Regaletha</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 117 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Stunting masih merupakan masalah gizi di wilayah kabupaten Rote Ndao. Pemerintah daerah telah melakukan berbagai intervensi spesifik dan sensitif untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, prevalensi stunting belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan alokasi anggaran penanggulangan stunting di berbagai instansi perangkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran atau pola belanja pemerintah daerah dalam rangka percepatan penurunan kejadian stunting di Kabupaten Rote Ndao tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan District Health Account (DHA). Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggaran bersumber APBD tahun 2022 untuk penanggulangan stunting di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Rote Ndao. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Variabel dalam penelitian ini adalah sumber pembiayaan, pengelola pembiayaan, penyedia pelayanan, jenis fungsi, jenis program, jenis kegiatan, mata anggaran, jenjang kegiatan, penerima manfaat, dan jenis intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: total belanja pemerintah untuk penanggulangan stunting masih kurang dari 5% dan terdapat 11 OPD termasuk puskesmas yang berperan sebagai pengelola anggaran sekaligus penyedia layanan untuk penanggulangan stunting.  Proporsi belanja terbesar untuk penanggulangan stunting adalah untuk penyelenggaraan fungsi program kapital dan program konseling informasi dan edukasi; program kesehatan masyarakat; kegiatan langsung, biaya operasional dan intervensi spesifik. Dari hasil penelusuran, masih banyak kegiatan penanggulangan stunting yang dilaksanakan di tingkat kabupaten dengan penerima manfaat terbanyak adalah masyarakat dengan kategori usia produktif.
Kata Kunci	: Stunting, District Health Account (DHA), APBD</note>
<classification><![CDATA[132.01]]></classification><ministry><![CDATA[13101]]></ministry><studentID><![CDATA[1907010206]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231218]]></identifier><departementID><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[132.01 BAN A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-prodi-ikm.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21144]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-29 13:14:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-02 11:16:28]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>