<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21202">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KONSEPTUALISASI GUYUB TUTUR SABU  TENTANG EKSISTENSI DEWA DAN DEWI  SEBAGAI KEKUATAN ADIMANUSIAWI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hironimus Taolin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANSISKUS BUSTAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jeladu Kosmas</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransiskus Bustan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Marselus Robot</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>JELADU KOSAMAS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[XIV + 89 Hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini memaparkan konseptualisasi guyub tutur Sabu tentang eksistensi dewa dan dewi sebagai kekuatan adimanusiawi atau roh alam yang selalu tampil secara berpasangan dalam mengemban peran dan tugasnya yaitu dewa dan dewi sebagai kekuatan adimanusiawi atau roh alam penunggu pohon lontar, dewa dan dewi sebagai kekuatan adimanusiawi atau roh alam penunggu pesisir, dewa dan dewi sebagai kekuatan adimanusiawi atau roh alam penunggu kebun. Sebagaimana tersurat dan tersirat melalui nama kekuatan adimanusiawi tersebut dalam bahasa Sabu. Kerangka teori yang memayunginya adalah linguistik budaya, salah satu perspektif teoretis baru dalam linguistik kognitif yang mengkaji hubungan bahasa, kebudayaan, dan konseptualisasi. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif dengan berpilar pada filsafat fenomenologis sebagai landasan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan, konseptualisasi guyub tutur Sabu tentang eksistensi dewa dan dewi sebagai kekuatan adiamanusiawi penunggu pohon lontar, penunggu pesisir dan penunggu kebun bercorak khas dan khusus dalam kebudayaan Sabu. Kekhasan sebagai kekhususan pembeda tercermin melalui karakteristik bentuk dan makna fenomena linguistik yang digunakan dalam nama dewa dan dewi sebagai kekuatan adiamanusiawi tersebut dalam bahasa Sabu. Bentuk dan makna fenomena linguistik yang digunakan dalam nama dewa dan dewi dalam guyub tutur Sabu, menggambarkan bahwa pohon lontar, daerah pesisir dan kebun adalah pohon dan tempat-tempat sumber kehidupan yang sakral-magis karena ditunggui kekuatan adimanusiawi dan ini merupakan salah satu inti ajaran yang termaktub dalam sistem kepercayaan atau agama lokal guyub tutur Sabu.. Manifestasi konseptualisasi tersebut ditandai dengan ritual penghormatan sesuai kaidah adat yang diwariskan leluhur. Konseptualisasi itu menunjukkan, guyub tutur Sabu tidak menyembah kekuatan adimanusiawi penunggu pohon lontar, penunggu pesisir dan penunggu kebun tetapi menghormatinya sesuai penugasan Tuhan sebagai Khalik Alam Semesta. Penghormatan terhadap dewa dan dewi sebagai kekuatan adimanusiawi menyiratkan, guyub tutur Sabu menyembah Tuhan sebagai Khalik Alam Semesta.</note>
<classification><![CDATA[791.02]]></classification><ministry><![CDATA[79102]]></ministry><studentID><![CDATA[2211050001]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231229]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Linguistik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[791.02   Tao K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21202]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-29 19:44:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-01 10:29:07]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>