<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21232">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Akibat Hukum Bagi Narapidana Yang Melakukan Penganiyayaan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang Serta Upaya Penanggulangannya]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DIAN JANUARITA ASTASIA HIDA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. ORPA GANEFO MANUAIN, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Rudepel Petrus Leo, S.H., M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo,S.H.,M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 59 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diatur mengenai sanksi yang diterima jika suatu kejahatan dilakukan. Penganiayaan diatur dalam Pasal 351 sampai dengan Pasal 356 KUHP. Dalam ketentuan pasal-pasal tersebut diatur mengenai penganiayaan biasa, penganiyaan ringan, penganiyaan berencana, dan penganiyaan berat. mengenai penganiayaan antar narapidana terutama yang berhubungan dengan sanksi hukumnya, maka penulis tertarik untuk mengkaji hal tersebut lebih dengan melakukan suatu penelitian ilmiah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah akibat hukum terpidana yang melakukan tindak pidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Kupang? (2) Bagaimanakah upaya penanggulangan bagi terpidana yang melakukan tindak pidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Kupang?
	Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis empiris dengan metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu: pendekatan kasus (case approach). Penelitian ini merupakan wawancara terhadap para responden
	Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Setiap pelanggaran ketertiban yang dilakukan oleh Narapidana akan diselesaikan terlebih dahulu melalui proses mediasi. Namun, jika dampak dari perkelahian tersebut mengakibatkan luka berat, maka petugas Lapas akan menyerahkan kepada pihak yang berwenang. Adapun hukuman atau sanksi yang diberikan oleh Petugas Lapas kepada Narapidana yang melakukan pelanggaran ketentuan Peraturan yang berlaku di dalam lembaga pemasyarakatan: (a)Memberikan peringatan atau teguran bagi Narapidana apabila pelanggarannya dianggap sebagai pelanggaran ringan, (b)Menjebloskan ke dalam sel pengasingan bagi setiap Narapidana yang pelanggarannya dianggap pelanggaran berat, (c)Tidak memberikan remisi atau pembebasan bersyarat kepada setiap narapidana yang telah berulangkali melakukan pelanggaran. (2) Upaya penanggulangan tindak pidana didalam LAPAS adalah: (a)Upaya preventif (Sosialisasi nilai-nilai  Hak  Asasi  Manusia, Memberikan rasa keadilan kepada semua para narapidana, Peningkatan Pengawasan Lembaga Pemasyarakatan). (b)Upaya represif (penerapan sanksi berupa tindakan disiplin dengan memasukan ke sel pengasingan dan dikarantina sesuai waktu yang ditentukan maupun sanksi lain yang ditentukan oleh peraturan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang). Perlu diberikan kegiatan seperti bimbingan konseling kepada Narapidana yang mengalami depresi akibat masalah-masalah yang dihadapinya agar lebih terbuka.
Kata Kunci: Akibat hukum, upaya penanggulangan, tindak pidana</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010352]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231123]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 HID A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21232]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-29 23:25:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-05 15:51:21]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>