<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21799">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MAKNA MOTIF TENUN IKAT DASAR BAGI PEMUDA (Studi Fenomenologi Pada Suku Uma Badut  Di Desa Maktihan Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lenisiati Seran</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AMBARA SARASWATI MARDANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Frans K.  Selly</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ambara Saraswati Mardani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Frans K.  Selly</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Efraim J. Pranamantara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 132 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pemuda suku Uma Badut yang masih kurang memahami dan mengenal motif tenunan suku Uma Badut seperti yang dipahami oleh orang tua mereka. Kurangnya rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap budaya yang masi rendah menjadi suatu pemicu ketidaktahuan akan makna motif itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui makna motif tenun ikat bagi pemuda suku Uma Badut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Lokasi penelitian adalah suku Uma Badut di desa Maktihan, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Subjek dalam penelitian ini adalah Masyarakat suku 
Uma Badut yang terdiri dari pemuda, ibu-ibu penenun dan tua-tua adat. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan untuk menjelaskan keabsahaan data adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di suku Uma Badut memiliki lima (5) motif dasar antara lain; (1) taninin maho rikur, (2) surik ulun, (3) karadak rin, (4) uma nen, (5) lala kukun dan kelima motif ini menjadi dasar jati diri suku Uma Badut. Motif-motif ini tidak sembarang diangkat namun setiap motif ini memiliki makna yang terkandung didalam kain tenun yang menceritakan kehidupan masyarakat suku Uma Badut. Salah satu motif tenunan yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat suku Uma Badut adalah motif uma nen. Motif uma nen memiliki makna mendalam dan nilai yang terkandung didalamnya. Dalam kehidupan pemuda suku Uma Badut dari turun temurun mereka tetap melestarikan kedua nilai. Namun pemuda di masa sekarang kurang memaknai kedua nilai, akibat kurangnya pengajaran dari orang tua atau tua-tua adat. Hasilnya mereka hanya sebatas menjalankan bahkan para pemuda banyak yang tidak hidup sesuai dengan nilai yang berlaku seperti dalam pernikahan, yang seharus hal ini menjadi sangat sakral, dimana pada beberapa generasi yang lalu setiap wanita muda dan pria muda tidak akan bertemu sebelum mereka menikah. Oleh sebab itu, berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa suku Uma Badut memiliki motif-motif dasar yang memiliki makna mendalam dan nilai yang terkandung didalam kain tenunan. Namun banyak anak muda suku Uma Badut yang tidak menghidupi nilai yang sudah disampaikan oleh nenek moyang dulu. 

Kata Kunci : Makna, Motif, Tenun Ikat, Pemuda</note>
<classification><![CDATA[862.05]]></classification><ministry><![CDATA[86205]]></ministry><studentID><![CDATA[1801170039]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231222]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Luar Sekolah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[862.05 Ser M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_PLS.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21799]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-01 19:34:01]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-06 14:49:09]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>