<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="21841">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perlawanan Perbudakan Seks Oleh Perempuan Malaka Dimasa Kolonial Jepang (Studi Histori Tato Bagi Perempuan Malaka)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Goreti Bana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>yeftha y. sabaat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Frans Wilmat Muskanan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudi Rohi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>yeftha y. sabaat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Frans Wilmat Muskanan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 81 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perlawanan Perbudakan Seks Oleh Perempuan Malaka Dimasa Kolonial Jepang (Studi Histori Tato Bagi Perempuan Malaka). Bicara masalah penjajah, tidak lepas dari pembicaraan tentang sifat-sifat dasar yang telah membiasa dan dibiasakan ulang oleh penjajah melalui sikap dan tindakan secara jelas maupun samar. Sifat-sifat itu sendiri tidak lepas dari kesewenang-wenangan, keserakahan, dan ambisi untuk menguasai atau mendominasi. Perlawanan merupakan suatu tindakan atau penolakan atas perubahan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlawanan yang dilakukan perempuan Malaka dimasa kolonial jepang terhadap perbudakan seks yang mereka rasakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri dari penyintas, kepala suku Uma Tamiru, dan masyarakat Desa Uma Toos. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Malaka memiliki kedudukan tertinggi sehingga sampai saat ini mereka masih menganut sistem matriarki sebagai bentuk penghomatan bagi mereka yang melakukan suatu bentuk perlawanan dimasa lampau. Perlawanan yang dilakukan perempuan Malaka pada masa Kolonial Jepang terhadap perbudakan seks berupa tato adalah bentuk perlawanan mereka dalam mempertahankan diri, hak dan kehormatan. Hal ini mereka tandai dengan gambaran motif pada lengan dan kaki sampai rela menahan rasa sakit yang begitu dasyat saat proses tato berlangsung serta memilih mengakui diri sudah bersuami walau masih berusia belia dan mau dijodohkan dengan siapapun agar tidak dibawa tentara Jepang untuk melayani mereka. Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan tato yaitu lampu pelita, jarum atau duri, dan air. Pada umumnya tato yang akan dilakukan pada perempuan yang berusia siap menikah akan tetapi setelah masuknya Jepang di Malaka usia untuk menato bagi perempuan Malaka berubah menjadi usia belia antara lain usia 14 atau 15 tahun keatas.

Kata Kunci: Perlawanan,  Perempuan, Tato, Perbudakan Seks, Kolonial Jepang</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903040049]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231120]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 Ban P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[21841]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-02 01:02:17]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-07 09:48:21]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>