<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2208">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENEGAKAN HUKUM PIDANA KASUS UJARAN KEBENCIAN YANG DI LAKUKAN WARGA NEGARA INDONESIA DI LUAR NEGERI TERHADAP WARGA NEGARA INDOENESIA DI DALAM NEGERI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>EMANUEL TELI FERNANDEZ</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SIGIT PRABOWO SONBAIT, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Deddy R Ch Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sigit Prabowo Sonbait</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[ix + 65 Hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dengan dikeluarkannya Surat Edaran Kapolri SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (Hate Speech) tersebut, aparat penegak hukum khususnya seluruh anggota kepolisian mempunyai acuan dalam
menegakkan hukum mengenai ujaran kebencian. Jika tindakan preventif suda  dilakukan namun tidak menyelesaikan masalah, maka penyelesaiannya dapat dilakukan melalui upaya penegakan hukum sesuai dengan: KUHP, Undang – Umdamg Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial. Persoalan ujaran kebencian semakin mendapat perhatiaan masyarakat nasional maupun internasional seiring dengan meningkatnya kepedulian terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) pemerintah indonesia membuat banyak aturan yang dapat menegakkan keadilan. Penelitian ini dilaksanakan di perpustakaan fakultas hukum universitas nusa cendana dengan teknik pengumpulan data : a Data yang doperoleh dari hasil penelitian disusun secara sistematis, logis dan yuridis untuk mendapatkan gambaran secara umum bagaimana penerapan ketentuan pidana ujaran kebencian warga negara Indonesia di luar negeri terhadap warga negara Indonesia di dalam negeri b Setelah data terkumpul dan tersusun, maka dilakukan analisis deskriptif, yaitu dengan cara memaparkan dan menafsirkan data dalam bentuk kalimat secara subtantif dan sistematis, yang akhirnya pembahasan ini akan menuju pada suatu kesimpulan terhadap permasalahan yang diteliti Berdasarkan hasil penelitian proses penegakan hukum kasus ujaran kebencian telah diataur di di berbagaii atruan hukum yang ada namun untuk penegakan hukum bagi tersanga kasus uajran kebencian yang berada di luar negeri merupakan hal yang berbeda bagi penegak hukum negara inndoensia di karenkan sistem penegakan hukum di laur negeri tidak sama dengan sistem penegakan hukum di dalam negeri. Secara umum penulis simpulkan bahwa penegakan hukum kasus ujaran kebencian yang di lakukan warga negara indoensia di luar negeri terhadap warga negara indonesia di dalam negeri dibatasi dengan perjanjian ekstradisi dan penerbitan red notice. 
Katra kunci : penegakan hukum,red notive, ekstradisi</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010051]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210617]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 FER P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3032" url="" path="/74201-S1-1702010051-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PENEGAKAN HUKUM PIDANA KASUS UJARAN KEBENCIAN YANG DI LAKUKAN WARGA NEGARA INDONESIA DI LUAR NEGERI TERHADAP WARGA NEGARA INDOENESIA DI DALAM NEGERI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2208]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-14 20:49:20]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-31 13:38:38]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>