<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="22239">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Makna Upacara Para Zedhe Bagi Generasi Muda Desa Lo’a, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Isabela Moi Do</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUSANA C L PELLU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Chrisistomus S. Oiladang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susana C L Pellu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XII + 85 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini berjudul Makna upacara para zedhe bagi generasi muda Desa Lo’a, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada. Dalam rangkaian pelaksanaan proses upacara para zedhe ini yang melaksanakan hanya orang tua, sedangkan salah satu yang memiliki peran penting dalam pelestarian upacara adat para zedhe ini adalah generasi muda. Namun kenyataan diera perkembangan yang semakin maju ini generasi muda Desa Lo’a mulai memhami upacara para zedhe. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna upacara para zedhe bagi generasi muda Desa Kecamatan So’a Kabupaten Ngada. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan makna uapacara para zedh bagi generasi muda di Desa loa Kabupaten Ngada.Untuk menganalisis  masalah ini teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika (Ferdinand de Saussure). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi,wawancara mendalam, dan dokumentasi. Yang menjadi informan penelitian terdiri dari 3 orang tokoh adat, 3 orang tokoh muda dan 2 orang masyarakat umum. Dengan tehknik penarikan sampel adalah purposive sampling atau sampling bertujuan . Hasil penelitian menujukan  bahwa terdapat makna uapacara para zedhe bagi generasi muda di Desa Loa Kecamatan Soa Kabupaten Ngada. Hal ini dibuktikan oleh adanya makna dari makna  religius dan makna sosial upacara para zedhe. Bahwa makna dalam makna religius dari upacara para zedhe bagi generasi muda adalah adanaya ikatan serta penghormatan terhadap dewa zeta nitu zale yang ditunjukan dengan membuka perjamuan dengan doa atau meletakan sesajian di tempat-tempat khusus. Sedangkan makna upacara para zedhe bagi generasi muda dalam makna sosial adalah bahwa upacara para zedhe murupakan kegiatan sosial yang tidak ternilai harganya dan menjadi sangat berarti ketika semua anggota keluarga tersebut mulai menujukan solidaritasnya terhadap sesama manusia dengan caranya masing-masing Saran dari penelitian ini adalah bahwa generasi muda harus mempunyai semangat yang tinggi dalam mempelajari adat-istiadat serta budaya karena mereka merupakan generasi penerus. Bagi pemerintah setempat diharapkan menyediakan fasilitas belajar budaya bagi generasi budaya.
Kata Kunci: Upacara Para Zedhe, Generasi Muda Desa Lo'a, Warisan Budaya Lokal</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1723030027]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231211]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Do M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[22239]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-03 15:22:10]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-09 01:06:19]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>