<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="22455">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Dosis Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus), Dalam Pakan Terhadap Tampilan Warna Ikan Badut (Amphiprion percula)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YESEPUS ARIANTO OTU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FELIX REBHUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wesly Pasaribu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Felix Rebhung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agnette Tjendanawangi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>WESLY PASARIBU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 32 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Ikan badut (Amphiprion percula) merupakan ikan hias air laut yang memiliki warna yang menarik dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi serta sudah dapat dibudidayakan. Namun ketika budidayakan ikan badut mengalamai penurunan kualitas warna. Ikan badut tidak dapat mensintesis karotenoid sendiri, sehingga perlu diberikan pakan yang mengandung karotenoid untuk meningkatkan kecerahan warna pada ikan badut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran penambahan tepung Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus), dalam pakan untuk mempertahankan warna ikan badut seperti dialam serta pertumbuhan ikan badut (Amphiprion percula). 
Penelitian ini dilakukan menggunakan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Terdiri dari (a) pakan komersil merk FF999 (tanpa penambahan tepung kulit buah naga merah), (b) tepung kulit buah naga merah 10% + Pellet FF999 90%, (c) tepung kulit buah naga merah 15% + Pellet FF999 85%, (d) tepung kulit buah naga merah 20% + Pellet FF999 80 %. Parameter yang diamati adalah pengukuran warna Red Green Blue (RGB) yang diubah menjadi nilai Hue Saturation Brightness (HSB) serta pertumbuhan. 
Hasil Penelitian menunjukan bahwa analisis warna ikan yang dilihat menggunakan Hue Saturation Brightness (HSB) menunujukan bahwa nilai hue pada ikan badut memiliki perubahan cenderung kuning orange, nilai saturation dan brightness memiliki warna cenderung orange, yang artinya nilai tersebut memiliki kemiripan mempertahankan kualitas warna hasil tangkapan alam. Namun antar perlakuan tidak memiliki dampak pada pertumbuhan ikan badut. Penggunaan dosis yang tepat dalam pemberian tepung tepung kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) untuk warna ikan badut (Amphiprion percula) yaitu tepung kulit buah naga merah 10%. 
Diharapkan penelitian lanjutan berkaitan dengan melihat kecerahan warna ikan menggunakan aplikasi agar memperhatikan cara foto ikan dengan benar agar dapat membantu dalam proses analisis warna yang baik. Pertumbuhan ikan badut ternyata membutuhkan jangka waktu yang cukup lama jika dipelihara dalam wadah yang terbatas untuk itu disarankan pada penelitian yang serupa agar supaya waktu pengamatan dilakukan lebih lama lagi melakukan penelitian. 

Kata Kunci: Amphiprion percula, kulit buah naga merah, kecerahan warna</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1913010053]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231208]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Peternakan Kelautan Dan Perikanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 OTU P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[22455]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-05 18:29:47]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-10 12:36:00]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>