<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="22822">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Fenomena Catcalling Pada Mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Rosa Mistika Mogi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUSANA C L PELLU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aelshtri Ndandara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susana C L Pellu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lasarus Jehamat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aelshtri Ndandara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang, Nusa Tenggara Timur]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi+74 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini berjudul “Fenomena Cat calling  Pada Mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana”. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena cat calling  pada mahasiswa di Prodi Sosiologi Fisip Undana? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena cat calling  pada mahasiswa di Prodi Sosiologi Fisip Undana. Penelitian ini menggunakan teori feminisme postmodern Luce Irigaray sebagai kerangka pemahaman untuk mengkaji permasalahan yang ada. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sebanyak 13 orang mahasiswa yang berada pada semester VI, VIII, dan X dijadikan informan penelitian, dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena cat calling di kalangan mahasiswa program studi Sosiologi merupakan hal yang umum dan lazim terjadi. Pemahaman tentang cat calling  sebagai bentuk pelecehan seksual bervariasi di kalangan mahasiswa prodi Sosiologi. Beberapa mahasiswa memiliki pemahaman yang penuh bahwa cat calling  merupakan tindakan pelecehan seksual yang tidak dapat diterima, sementara beberapa mahasiswa menganggap cat calling  sebagai hal yang biasa. Bentuk-bentuk cat calling  yang dialami oleh informan sebagian besar terjadi secara verbal, meliputi penggunaan kata-kata yang tidak senonoh atau menggoda, bersiul, tatapan dengan nuansa seksual, dan dalam beberapa kasus, terdapat sentuhan fisik yang dilakukan oleh pelaku. Motif di balik perilaku cat calling bervariasi, namun berdasarkan wawancara dengan informan, beberapa motif yang muncul antara lain adalah mencari kesenangan yang dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya yang didominasi oleh laki-laki, serta adanya ketimpangan gender. Hal ini menunjukkan bahwa cat calling  tidak hanya merupakan tindakan individu, tetapi juga mencerminkan struktur sosial yang masih mempertahankan ketidaksetaraan gender. Sebagai saran, untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dari cat calling, Universitas harus memperkuat kebijakan dan peraturan, mengadakan seminar kesetaraan gender, dan mendorong tim kerja untuk mendukung korban. Dosen perlu menyertakan isu cat calling  dalam kurikulum, membuka diskusi, dan memberikan dukungan kepada mahasiswa. Mahasiswa harus membentuk organisasi, mendukung kegiatan Universitas, dan mengutamakan sikap saling menghormati serta melaporkan tindakan cat calling. Dalam kerjasama antara Universitas, Dosen, dan Mahasiswa, dapat tercipta lingkungan kampus yang aman dan bebas pelecehan seksual.

Kata Kunci: Kekerasan Seksual verbal, Cat Calling, Perguruan Tinggi</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1703030150]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231221]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Mog F]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[22822]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-12 13:30:00]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-04 08:47:35]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>