<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23007">
<titleInfo>
<title><![CDATA[REALITAS SOSIAL KONFLIK AGRARIA ANTARA MASYARAKAT DESA TASIKONA DENGAN MASYARAKAT DESA USAPI SONBAI (Studi Kasus di Desa Tasikona Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Gustaf Nitbani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HOTLIF ARKILAUS NOPE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LASARUS JEHAMAT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Josep Emanuel Jelahut</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif Arkilaus Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lasarus Jehamat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv+134 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Konflik  agraria  merupakan  salah  satu  bentuk  konflik  yang  sering  terjadi  di  Indonesia.  Nusa  Tenggara  Timur  merupakan  salah  satu  Provinsi  yang  rentan  terjadi  konfklik  agraria.  Salah  satu konflik yang terjadi di Nusa Tenggara Timur yakni konflik agraria antara masyarakat Desa Tasikona dengan  masyarakat  Desa  Usapi  Sonbai  Kecamatan  Nekamese  Kabupaten  Kupang  Nusa  Tenggara Timur.  Konflik  ini  terjadi  dikarenakan  perebutan  tanah  yang  masih  masuk  dalam  kawasan  hutan lindung yang akan dijadikan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) seluas 72,03 ha, namun sebelum dibebaskan  dari  kawasan  hutan  lindung  saling  rebutan  antara  kedua  belah  pihak  antara  masyarakat Desa  Tasikona  dengan  masyarakat  Desa  Usapi  Sonbai  tersebut  sehingga  menimbulkan  konflik horizontal  dan  antar  masyarakat  dari  kedua  desa  tersebut.  Tujuan  dari  penilitian  ini  adalah  melihat lebih  praktek  monopoli  dan  perampasan  tanah  yang dilakukan oleh  Negara  sebagai  tuan  tanah  gaya baru  melalui  skema  yang  diterapkan  melalui  Undan-Undang  pokok  agraria  yang  sebelumnya  gagal dijalankan oleh Soekarno dan saat ini dijanlkan kembali oleh Rezim jokowi melalui sekema Reforma Agraria  sejati  yang  orientasinya  merampas  tanah  rakyat  melalui  kakitangannya  Kementrian Lingkungan  Hidup  dan  Kehutanan  (KLHK).  Maka  tujuan  penilitian  ini  dibagi  menjadi  dua  yakni, menganalisis  factor  penyebab  konflik  agrarian  dan  menganalisi  upaya  penyelesaian  yang  dilakukan oleh  kedua  desa  tersebut    antara  masyarakat  Desa  Tasikona  dengan masyarakat  Desa  Usapi  Sonbai. Metode  yang  digunakan  adalah  penelitian  deskiptif  dengan  pendekatan  kualitatif  untuk  mempelajari sedalam-dalamnya  permasalahan  konflik  agraria  antara  masyarakat  Tasikona  dengan  masyarakat Usapi  Sonbai.  Teori  yang  digunakan  dalam  mengnalisis  konflik  agraria  tersebut  teori  konflik  sosial Karl Marx sebagai landasan dalam memperkuat analisis konflik agrarian anatara masyarakat Tasikona dan  masyarakat  Usapi  Sonbai.  Hasil  dari  penelitian  ini  yaitu  Analisis  upaya  penyelesaian  konflik agraria  antara  masyarakat  Desa  Tasikona  dengan  masyarakat  Desa  Usapi  Sonbai  yang  dilakukan adalah  melalui  jalur  litigasi  dan  non  litigasi  sampai  pada  membuat  permohonan  pelepasan  kawasan hutan  yang  menjadi  Tanah  Objek  Reforma  Agraria  (TORA)  untuk  dijadikan  lahan  perkebunan  atau sasaran  kerja  bagi  masyarakat.  Kehadiran  Negara  sebagai  tuan  tanah  gaya  baru  yang  terus memperluas kekuasaan dan kepemilikan akan tanah melalui kakitangannya Kapitalis Birokrat dengan berbagai  skema  perhutanan  yang  saat  ini  di  kendalikan  oleh  Kementrian  Lingkungan  Hidup  dan Kehutanan  (KLHK).  Masifnya  monopoli  dan  perampasan  tanah  semakin  mempersempit  lahan garapan bagi kehidupan petani akan sasaran kerja petani. Perlunya penyelesaian konflik agraria antara Desa  Tasikona  dan  Desa  Usapi  Sobai  dibawah  naungan  Kementrian  Lingkungan  Hidup  dan Kehutanan  (KLHK),  sebagai  salah  satu  bentuk  menjalankan  reforma  agraria  sejati  yang  di  citat citakan  para  pendiri  bangsa  yang  saat  ini  dijalankan  oleh  rezim  Jokowi  melaluai  redidstribusi  tanah dan regalisasi aset.</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1703030201]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231114]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[0]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Nit R]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="26077" url="" path="/69201-S1-1703030201-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[REALITAS SOSIAL KONFLIK AGRARIA ANTARA MASYARAKAT DESA TASIKONA DENGAN MASYARAKAT DESA USAPI SONBAI (Studi Kasus di Desa Tasikona Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[23007]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-15 21:49:51]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-02-15 21:49:51]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>