<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2328">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Konflik Batas Wilayah Kabupaten Malaka dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Segmen Lotas]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Firmina Un Asa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ajis Salim Adang Djaha</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ajis Salim Adang Djaha</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Laurensius P. Sayrani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Melkisedek N.BC. Neolaka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[xvii + 183 Hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposive agar ditemukan informan yang benar-benar memahami penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder dan bentuk analisis yang dominan dilakukan dalam penelitian studi kasus adalah (Yin, 2009:34); penjodohan pola, pembuatan eksplanasi dan analisis deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor penyebab terjadinya konflik batas wilayah Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Segmen Lotas menggunakan pendapat Francis (2006:29) yang menyatakan bahwa terdapat tiga hal penyebab konflik yaitu; (a) komunikasi, (b) struktur dan (c) kepentingan pribadi selanjutnya (2) dampak yang ditimbulkan dari terjadinya konflik batas wilayah di Segmen Lotas yaitu (a) terhambatnya pelayanan publik, (b) bubarnya kesatuan kelompok (c) adanya perubahan kepribadian individu, serta (d) merusak hubungan dan komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat konflik selanjutnya (3) langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan batas di Segmen Lotas menggunakan pendapat Mitchell dalam (Ginting, 2013:30-31) yaitu melalui upaya (a) negosiasi dan (b) mediasi oleh karena itu (4) pendekatan penyelesaian konflik batas wilayah di Segmen Lotas yang diajukan oleh penulis adalah pelibatan pihak ketiga yang netral (third party) dengan berdasar pada; (a) adanya revisi kebijakan terkait peran Gubernur dalam penyelesaian sengketa tapal batas, (b) dokumen dimana dasar acuan batas wilayah yang digunakan harusnya hanya satu tanpa melihat atau merujuk pada dokumen yang lain (c) perubahan pola komunikasi dari pola top down ke bottom up dengan (d) mengakomodir masukan berdasarkan unsur kultur budaya daerah setempat dan setelah itu dilakukan (e) perlu ada pelibatan unsur akademisi seperti universitas sebagai pihak yang netral untuk melakukan kajian yang lebih mendalam terkait permasalahan ini. 
Kata Kunci: Konflik, Otonomi dan Batas wilayah</note>
<classification><![CDATA[631.01]]></classification><ministry><![CDATA[63101]]></ministry><studentID><![CDATA[1911020008]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210630]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Administrasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[631.01 Asa K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3527" url="" path="/63101-S2-1911020008-2021-TESIS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Konflik Batas Wilayah Kabupaten Malaka dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Segmen Lotas]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Jurnal_Ilmu_Administrasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2328]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-16 17:16:19]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-09-03 08:40:58]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>