<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23285">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Selera Sebagai Pembedaan Gaya Hidup Generasi Millenial (Studi Kasus Pada Pelanggan Paradox Cafe Kupang)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Triani Yunikhe Tanggu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YEHESKIAL ADRIAAN ROEN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CHRISTINE ERIKA MEKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lasarus Jehamat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yeheskial Adriaan Roen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Christine Erika Meka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii+85 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Judul penelitian ini adalah SELERA SEBAGAI PEMBEDAAN GAYA HIDUP GENERASI MILLENIAL ”STUDI KASUS PADA PELANGGAN PARADOX CAFE KUPANG”. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah selera generasi millenial memilih Paradox cafe sebagai bentuk pembedaan gaya hidup? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah selera generasi millenial memilih Paradox cafe sebagai bentuk pembedaan gaya hidup serta perilaku nongkrong generasi millenial di Paradox cafe. Penelitian ini dilaksanakan di Paradox cafe kota Kupang, Jl.W.J. Lalamentik  No 123, kelurahan Oebufu, Nusa Tenggara Timur. Informan dalam penelitian ini adalah Generasi millenial yang merupakan konsumen Paradox cafe berjumlah tiga belas orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik wawancara dan observasi dilakukan dengan cara yaitu di lokasi peneliti melakukan wawancara mendalam dengan mengadakan dialog dengan informan sesuai dengan pertanyaan tentang   bentuk  selera perilaku nongkrong generasi millenial di Paradox cafe sebagai upaya pembedaan gaya hidup? dokumentasi yaitu dengan menampilkan foto-foto yang menggambarkan hasil penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian  ini adalah teori distingsi dan habitus (Pierre Bourdieu). Hasil penelitian ini  nongkrong adalah kebiasaan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang dengan bersenang-senang, selera generasi memilih paradox cafe sebagai tempat nongkrong dipengaruhi oleh habituasi, yaitu proses eksternalisasi interior dan internalisasi eksterior yang membentuk praksis nongkrong generasi millenial di Paradox sehingga menciptakan pembedaan. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian ini, maka dapat disarankan (1) Sebagai anak muda nongkrong adalah salah satu kegiatan healing untuk istirahat sejenak, tetapi harus juga mampu mengambil sisi positif dari nongkrong dan tidak terlalu sering melakukan nongkrong. (2) Generasi millenial yang melakukan nongkrong tergolong dalam kategori mahasiswa mampu mengontrol diri sehingga tidak timbul perilaku konsumerisme (3) menggunakan nongkrong sebaik mungkin terutam dalam menjalin relasi sosial.

Kata kunci :  Gaya hidup, Generasi millenial, Selera</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[2003030066]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240402]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Tan S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="26328" url="" path="/69201-S1-2003030066-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Selera Sebagai Pembedaan Gaya Hidup Generasi Millenial (Studi Kasus Pada Pelanggan Paradox Cafe Kupang)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[23285]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-22 09:48:38]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-23 14:09:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>