<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23315">
<titleInfo>
<title><![CDATA[INOVASI PENGGUNAAN DUA WARNA BENANG BERBEDA  PADA POLOSAN TENUN SOTIS]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Elen Apphylia Indrawaty Peni</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RIMA NINDIA SELAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>THEODORA  M.C. TUALAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Arnoldus Keban</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rima Nindia Selan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Theodora M. C. Tualaka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tugas Akhir]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tugas Akhir]]></form>
<extent><![CDATA[XIII + 27 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenal memiliki banyak kerajinan tenun tradisional yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun dalam masyarakat, seperti tenun ikat Sumba, tenun ikat Kupang, kain Timor. Salah satu teknik tenun di Nusa Tenggara Timur yang menarik perhatian adalah tenun sotis, sebuah teknik yang memungkinkan penggunaan dua benang berbeda sekaligus untuk menciptakan motif dan pola pada kain. Merujuk pada persaingan global yang semakin ketat dan memerlukan inovasi –inovasi baru, kain sotis sendiri selain motif dan pola yang ada pada kain tersebut juga terdapat warna polosan yang ada pada bagian kain tersebut, akan tetapi pada bagian polosan ini biasanya tidak diberi motif atau corak apapun sehingga terkesan monoton. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis ingin membuat inovasi baru dengan menggunakan teknik penggunaan dua warna benang berbeda pada polosan tenun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi penggunaan dua warna benang berbeda pada polosan tenun Sotis
terhadap efek visual pada kain tenun dan potensi penggunaan dua warna benang berbeda dalam menciptakan variasi motif dan pola tertentu pada polosan kain tenun Sotis. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan Flow Analysis Models dan Interactive Analisis Models sebagai model analisis. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu desain motif, persiapan alat dan bahan, menggulung benang, menghani dan proses menenun. Dari penelitian ini penulis mendapatkan hasil bahwa (1) Inovasi yang dilakukan merupakan penggabungan dua warna benang yang berbeda pada polosan kain yang sering dianggap sangat membosankan dan monoton atau bisa dibilang hanya menggunakan satu warna benang saja. (2) Terdapat juga motif yang digunakan yakni motif dari tenun Alor bernama Motif Taragang yang telah dimodifikasi menambahkan estetika baru pada inovasi ini.
Kata Kunci: Inovasi, Tenun Sotis, Modifikasi</note>
<classification><![CDATA[904.31]]></classification><ministry><![CDATA[90431]]></ministry><studentID><![CDATA[2006110002]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240305]]></identifier><departementID><![CDATA[Teknik Pembuatan Tenun Ikat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[904.31 Pen I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="26360" url="" path="/90431-DIII-2006110002-2024-TUGAS AKHIR.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[INOVASI PENGGUNAAN DUA WARNA BENANG BERBEDA  PADA POLOSAN TENUN SOTIS]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[23315]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-22 18:28:06]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-24 14:23:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>