<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23374">
<titleInfo>
<title><![CDATA[UPAYA MITIGASI BENCANA ABRASI MELALUI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PANTAI SULAMANDA DESA MATA AIR KABUPATEN KUPANG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Agustina Prinarti Gemas</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RODDIALEK POLLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PHILIPHI DE ROZARI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lusia Sulo Marimpan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Franchy C. Liufeto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[9]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[individu penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[XII-71 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK 
Mitigasi bencana abrasi merupakan upaya pencegahan bencana abrasi dan pengurangan dampak buruk bencana abrasi pada tahap minimal.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis kerusakan ekosistem hutan mangrove dan menanggulangi abrasi sebagai upaya Mitigasi Bencana di pantai Sulamanda Desa Mata Air Kabupaten Kupang. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode analisis  deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan  plot untuk pengambilan data. Data yang diamati dalam penelitian ekosistem mangrove meliputi penyebaran, kerapatan dan frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 jenis mangrove  yaitu Avicennia marina, Avecennia alba, Lumnitzera racemosa, Rhizophora stylosa, Bruguiera parfiflora, Sonneratia alba. Untuk tingkat pertumbuhan dan penyebaran terendah dari nilai Kerapatan ada pada jenis Bruguiera parfiflora dengan nilai 1.7 tegakkan/ha  dan kerapatan relatif jenis mangrove berkisar 4.52%, sedangkan Sonneratia alba  nilai tegakkan/ha 0.7 dan kerapatan relatif jenisnya 1.86% dengan kondisi pohon tergolong rusak dan berada pada zonasi yang tidak alamiah, sedangkan untuk nilai Frekuensi dan frekuensi relatif mangrove yang paling rendah dari 6 jenis mangrove yaitu Sonneratia alba nilai frekuensinya 0.7 tegakkan/ha dan frekuensi relatif 12.3% peluang ditemukan sangat sedikit bahkan hampir tidak ada disebabkan masyarakat sering menebang dijadikan kayu bakar. Indeks Nilai Penting mangrove yang paling rendah ada pada jenis Sonneratia alba yaitu Indeks Nilai Penting 14.14 dibandingkan dengan 5 jenis mangrove lainnya yaitu Avecennia alba Indeks Nilai Penting sebesar 55.04, Avicennia marina Indeks Nilai Penting sebesar 48.39, Lumnitzera racemosa Indeks Nilai Penting sebesar 35.63, Rhizophora stylosa Indeks Nilai Penting sebesar 24.72, Bruguiera parfiflora Indeks Nilai Penting sebesar 22.07 yang menggambarkan kondisi hutan mangrove pada lokasi penelitian mengalami abrasi karena persepsi masyarakat yang menganggap ekosistem mangrove sebagai sumberdaya milik bersama, sehingga bebas dimanfaatkan oleh siapa saja tanpa memperhatikan aspek kelestariannya. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat untuk dipahami tentang abrasi sebagai upaya mitigasi yang telah rusak akibat abrasi harus direhabilitasi kembali dengan ditanami anakan mangrove.

Kata Kunci: Mangrove, Abrasi, Mitigasi, Bencana, Pantai Sulamanda</note>
<classification><![CDATA[951.01]]></classification><ministry><![CDATA[95101]]></ministry><studentID><![CDATA[2211032001]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240423]]></identifier><departementID><![CDATA[PPS ILMU LINGKUNGAN]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[951. 01 Gem a]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[LOGO_PPS_PERPUS.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[23374]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-23 16:59:51]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-24 13:01:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>