<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23444">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS KINERJA GAPOKTAN SETIA DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN  (Studi Kasus Hutan Kemasyarakatan Desa Oelekam Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Erivaldi Dangu Uba</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ASTIN ELISE MAU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ludji M. Riwu Kaho</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Astin Elise Mau</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ludji Michael Riwu Kaho</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>RONI HAPOSAN SIPAYUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[kupang,]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 104 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hutan kemasyarakatan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga hutan dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Desa oelekam merupakan salah satu desa yang mendapatkan IUPHKm. Kelembagaan dalam pengelolaan HKm merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap berhasil atau tidaknya HKm.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kelembagan Gapoktan Setia dan dampak dari adanya HKm. Data kinerja kelembagaan diperoleh dengan wawancara dan bantuan  kuesioner, sedangkan data komposisi vegetasi diperoleh dengan analisis vegetasi menggunakan metode transek. Pengolahan data kinerja kelembagaan menggunakan skala likert.
Adanya IUPHKm telah memberikan dampak baik pada komposisi vegetasi dengan pertambahan komposisi pohon pada periode tahun-2015-2021 namun masih perlu adanya pembenahan pada sektor kelembagaan sehingga HKm memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan dari Gapoktan setia belum berjalan dengan baik, terbukti dari indikator hak (rights), Tanggung jawab (responsibility), hasil (revenue) dan hubungan (relationship) yang dinilai memperoleh skor rendah. Berdasarkan analisis skala likert indikator hak dari gapoktan setia memperoleh skor 2,04 (kurang baik, indikator tanggung jawab memperoleh skor 2,04 (kurang baik), indikator hasil memperoleh skor 2,13 (kurang baik), indikator hasil memperoleh skor 2,12 (kurang baik). Belum adanya pembagian areal kerja bagi masing-masing anggota, kurangnya kesadaran anggota, kurangnya musyawarah, umur yang didominasi oleh usia produktif tua dan pendidikan yang rendah serta sarana prasarana dan infrastruktur yang belum memadai merupakan faktor yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan kelembagaan gapoktan Setia. Hasil analisis vegetasi menunjukkan bahwa terdapat jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi untuk dikembangkan seperti asam (Tamarindus indica), kemiri ( Aleurites moluccana), alpukat (Persea americana) dan johar (Senna siamea).</note>
<classification><![CDATA[542.51]]></classification><ministry><![CDATA[54251]]></ministry><studentID><![CDATA[1904070052]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240424]]></identifier><departementID><![CDATA[Kehutanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.51 Uba A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Prodi_Kehutanan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[23444]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-24 19:13:17]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-26 11:10:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>