<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23447">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Pelestarian Tuturan Natoni (Studi Kasus Pada Masyarakat Suku Dawan&#47;Atoin Meto di Desa Tunfe’u, Kec. Nekamese)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Irwin Tavinto Lely</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LASARUS JEHAMAT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LENNY SOFIA BIRE MANOE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif Arkilaus Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lasarus Jehamat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lenny Sofia Bire Manoe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVIII + 91 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Natoni merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Suku Dawan/Atoin Meto yang dalam perkembangannya tradisi ini mengalami penurunan karena terpengaruh oleh perkembangan zaman. Seperti terlihat di Desa Tunfe’u, yang mayoritas penduduknya berasal dari Suku Dawan/Atoin Meto, namun praktik Natoni mulai terlupakan. Indikasinya adalah jumlah penutur Natoni yang semakin sedikit, dikarenakan menurunya minat dan motivasi masyarakat untuk mempelajari Natoni. Penelitian ini fokus pada bagaimana upaya Pemerintah Desa Tunfe’u untuk melestarikan tradisi Natoni, mengidentifikasi hambatan dalam pelestarian, dan mengidentifikasi faktor penyebab menurunnya minat masyarakat dalam mempelajari Natoni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teori tindakan sosial Max Weber untuk menganalisis bagaimana tindakan pemerintah dalam melestarikan budaya Natoni dan tindakan masyarakat yang kurang termotivasi untuk mempelajari tuturan Natoni. Penelitian ini mengkaji peran pemerintah dalam pelestarian Natoni, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan mengidentifikasi faktor penyebab menurunnya minat belajar Natoni di Desa Tunfe’u. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Tunfe’u berusaha melestarikan Natoni dengan mengadakan program Pelatihan Bahasa Adat. Program ini termasuk dalam PERDES, RKPDES, dan APBDES yang dibiayai oleh Dana Desa dan berlangsung selama seminggu pada Desember 2022. Pelatihan ini dipandu oleh Bapak Fredrik Niuflapu dari Kelurahan Naioni, dan dihadiri oleh 12 peserta yang mewakili setiap dusun di Desa Tunfe’u. Namun, upaya pemerintah menghadapi hambatan karena banyak masyarakat yang kurang termotivasi untuk mempelajari tuturanNatoni. Berdasarkan analisis teori tindakan sosial Max Weber, faktor-faktor yang memengaruhi minat ini meliputi perkembangan zaman/modernisasi, kurangnya pemahaman akan bahasa daerah (Uab Meto), dan kesulitan dalam mempelajari ataupun mengajarkanNatoni. Faktor-faktor ini saling terkait sehingga menjadi penyebab kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari Natoni, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah dalam pelestarian budaya Natoni di Desa Tunfe’u, Kecamatan Nekamese.
Kata kunci: Partisipasi, Masyarakat, Pelestarian, Natoni</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903030101]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240405]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Lel P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="26501" url="" path="/69201-S1-1903030101-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Pelestarian Tuturan Natoni (Studi Kasus Pada Masyarakat Suku Dawan/Atoin Meto di Desa Tunfe’u, Kec. Nekamese)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[23447]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-24 20:31:11]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-26 14:01:23]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>