<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23472">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perbedaan Sudut Kemiringan Lintasan Masuk Bubu Lipat Terhadap Hasil Tangkapan Kepiting Bakau Di Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA ERSIANA PENA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YAHYAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aludin Al Ayubi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yahyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aludin Al Ayubi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Suprabadevi A. Saraswati,</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 41 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Konstruksi mulut bubu lipat merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha penangkapan ikan dengan menggunakan bubu.. Desain alat tanggkap harus sesuai dengan target tangkapan dan memperhatikan tingkat selektivitasnya. Mengetahui kecepatan merayap kepiting bakau pada pintu masuk perangkap (bubu) dengan kemiringan sudut pintu masuk bubu yang berbeda diperlukan agar dapat memberikan rekomendasi sudut yang tepat untuk digunakan dalam operasi penangkapan. Semakin rendah sudut kemiringan lintasan, maka kepiting akan semakin mudah saat berusaha memasuki bubu lipat. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan jumlah dan komposisi hasil tangkapan kepiting bakau pada alat tangkap bubu lipat berdasarkan perbedaan sudut kemiringan lintasan masuk, yang mana pada sudut kemiringan lintasan masuk 20° diperoleh hasil tangkapan sebesar 8 ekor dengan komposisi sebesar 21,05 %, 30° diperoleh hasil tangkapan sebesar 14 ekor dengan komposisi sebesar 36,84 % dan 40° diperoleh hasil tangkapan sebesar 18 ekor dengan komposisi sebesar 42,11 %. Dari hasil analisis sebaran frekuensi ukuran panjang dan berat hasil tangkapan kepiting bakau berdasarkan perbedaan sudut kemiringan lintasan masuk baik sudut 20°, 30°, dan 40°, yang mana sebaran frekuensi ukuran panjang kepiting bakau yang tertangkap adalah berada pada ukuran panjang 7,5-10,5 cm dan 10,6-13 cm. Sedangkan frekuensi sebaran ukuran berat kepiting bakau yang tertangkap yaitu 85-200 gram dan 201-550 gram. Dari perbedaan ukuran panjang dan berat yang tertangkap pada alat tangkap bubu lipat berdasarkan perbedaan sudut kemiringan ini diketahui bahwa kepiting bakau yang lebih banyak tertangkap adalah berada pada ukuran panjang 7,5-10,5 cm dan ukuran berat 201-550 gram. Terdapat empat spesies kepiting bakau yang tertangkap pada alat tangkap bubu lipat berdasarkan perbedaan sudut kemiringan lintasan masuk baik sudut 20°, 30°, dan 40° yaitu spesie Scylla olivacea, Scylla serrata, Scylla tranquebarica, Scylla paramamosain.

Kata kunci : Sudut kemiringan, Bubu lipat, Kepiting bakau, Frekuensi panjang dan berat.</note>
<classification><![CDATA[542.42]]></classification><ministry><![CDATA[54242]]></ministry><studentID><![CDATA[1813020074]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20231201]]></identifier><departementID><![CDATA[Manajemen Sumberdaya Perikanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.42 PEN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[managemen_sumberdaya_perairan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[23472]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-25 08:47:22]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-26 09:08:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>