<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23481">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM DALAM DEMOKRASI LOKAL (STUDY KASUS, PENOLAKAN PROYEK GEOTHERMAL PLTP ULUMBU DIDESA  LUNGAR KECAMATAN SATAR MESE TAHUN 2023)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Marselinus Karno</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDI ROHI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yohanes Jimmy Nami</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudi Rohi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes Jimmy Nami</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ahmad Atang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 70 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatar belakangi oleh konflik tata kelola panas bumi (geothermal), di Poco Leok Desa Lungar Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai.Studi ini lebih jauh ingin menjelaskan bagaimana konflik muncul dari tata kelola sumber daya panas bumi di Poco Leok Desa Lungar.dan mengapa Masyarakat Menolak Pembangunan Proyek Geothermal di Ulumbu. Perluasan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu 5-6 di PocoLeok, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan langkah strategis dan penting. Lewat pemanfaatan energi bersih dan murah yang bersumber dari geothermal, pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok yang tengah digarap PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra)dapat menekan subsidi energi yang harus disediakan pemerintah. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat pocoleok melakukan penolakan proyek geothermal PLTP Ulumbu. Berdasarkan rumusan masalah dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Observasi, Wawancara, Dokumentasi.teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik sebagai teori utama yang dikemukakan oleh Ralf Dahendorf, kemudian dikuatkan oleh Teori Govermentality yang dikemukakan oleh Michael foucault Berdasarkan hasil penelitian dengan metode wawancara terhadap beberapa responden di Desa Lungar ditemukan bahwa masyarakat yang melakukan penolakan dengan cara melakukan demonstrasi di kantor Bupati Kabupaten Manggarai dan kantor DPRD Kabupaten Manggarai dengan cara menghadang jalan ketika pihak korporate dan pemerintah melakukan survei dan pengukuran lahan Adapun alasan dari masyarakat pocoleok khususnya desa lungar melakukan penolakan adalah sebagai berikut: pemerintah tidak pernah melakukan pendekatan dengan masyarakat adat pocoleok sejak melakukan perluasan penggeboran,,sejak pemerintah melakukan penggeboran pltp Ulumbu , pendapatan perekonomian masyarakat semakin menurun, karena lahan yang digunakan pltp ulumbu sebelumnya digunakan masyarakat untuk menanam berbagai tanaman pertanian hingga berdampak pada kehilangan ruang pangan yang pada akhirnya menimbulkan kemiskinan.,Kekurangan air bersih yang diakibatkan tambang panas bumi yang rakus air dan potensi panas bumi yang berada diperut bumi dipaksa keluar dengan menyemburkan air dan zat kimia sehingga sangat berbahya bagi kesehatan manusia dan ekosistem topografi pocoleok Kondisi tanah yang selalu mengalami klongsoran disebabkan oleh system tambang panas bumi pada kedalaman yang relative dangkal dari sumur ekstraksi, Berpengaruh pada kesehatan masyarakat pocoleok yang diserang oleh pinyakit ISPA( infeksi saluran pernapasan)
Kata kunci : konflik tata kelola panas bumi</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903040064]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240304]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 Kar T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[23481]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-25 11:11:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-26 10:30:46]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>