<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2396">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PEMBUANGAN SAMPAH DI PESISIR PANTAI TELUK KUPANG (HUTAN MANGROVE) DI TINJAU DARI PERDA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH MASYARAKAT]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORLANDO FALLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JIMMY PELLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BHISA VITUS WILHELMUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
PEMBUANGAN SAMPAH DI PESISIR PANTAI TELUK KUPANG (HUTAN MANGROVE)
DITINJAU DARI PERDA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH
MASYARAKAT
 Oleh Orlando Fallo, Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Bersama Prof Dr. Jimmy Pello. SH., MS selaku pembimbing I dan Bhisa Vitus Wilhelmus. SH., M.
Hum selaku pembimbing II
 Hutan Mangrove di RT 001 RW 001 Kelurahan Oesapa, Kota Kupang kini sudah
dimanfaatkan menjadi tempat wisata bagi warga Kota Kupang. Hampir setiap hari, warga Kota
Kupang datang mengunjungi wilayah ini. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah
pengunjungnya sangat banyak. Namun masalah yang sangat merusak pemandangan bahkan dapat
mematikan tanaman mangrove ini adalah kehadiran sampah yang begitu banyak berserakan di
lokasi tersebut. Sampah di pesisir pantai hutan mangrove ini memang sangat banyak dan
menyebabkan bau yang kurang sedap. Upaya pemerintah untuk menciptakan kondisi lingkungan
hidup yang sehat, serasi, dan seimbang merupakan kebutuhan yang mendesak seiring dengan
pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang
menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan beragamnya karakteristik sampah. Yang menjadi
tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbuatan membuang sampah apakah masyarakat
dapat dihukum berdasarkan Perda Kota Kupang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan
Sampah dan untuk mengetahui upaya pemerintah Kota dalam meminimalis terjadinya pembuangan
limbah rumah tangga oleh masyarakat di sekitar tempat wisata hutan mangrove.
 Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data
melalui wawancara dan studi dokumen. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti membuktikan
bahwa pembuangan sampah di sekitar pesisir Teluk Kupang melanggar aturan yakni Perda Nomor 3
Tahun 2011. Alasannya selama ini pemerintah sudah meminimalisir pembuangan sampah
sembarang dengan adanya himbauan, akan tetapi kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri
yang menjadi penyebab. Upaya pemerintah juga sudah sangat baik dalam penanganan sampah
namun pemerintah terkait yakni dalam hal ini Lurah dan RT setempat yang kurang bersosialisasi
dengan masyarakat dalam hal penanganan sampah. Oleh sebab itu, diharapkan agar masyarakat
lebih berkontribusi dalam hal pemeliharaan lingkungan yang bersih agar masalah sampah dapat di
atasi. Serta pemerintah dan stake holder lainnya dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat
khususnya wilayah pesisir akan bahaya pembuangan sampah secara sembarangan.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1602010172]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210603]]></identifier><departementID><![CDATA[ILMU HUKUM]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 FAL P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3263" url="" path="/74201-S1-1602010172-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PEMBUANGAN SAMPAH DI PESISIR PANTAI TELUK KUPANG (HUTAN MANGROVE) DI TINJAU DARI PERDA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH MASYARAKAT]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2396]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-17 13:15:11]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-17 20:28:10]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>