<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24077">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Rekonstruksi Kerugian Keuangan Negara Sebagai Unsur Tindak Pidana Korupsi Dalam Perspektif Kejahatan Luar Biasa (Extra Ordinary Crime)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JEREMIAS PENNA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RENY REBEKA MASU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 107 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kerugian keuangan negara sebagai unsur tindak pidana korupsi dalam perspektif kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) didalam praktek peradilan tindak pidana korupsi saat ini terkesan tidak diterapkan terhadap kerugian keuangan negera yang relatif kecil sehingga menggelitik hati untuk dilakukan penelitian terkait apakah pengaturan kerugian keuangan negara sebagai unsur tindak pidana korupsi sebagaimana dalam UU Tipikor telah selaras dengan perspektif tindak pidana korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dan bagaimanakah idealnya rekonstruksi konsep kerugian keuangan negara sebagai unsur tindak pidana korupsi dalam perspektif tindak pidana korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).
             Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif karena yang dikaji adalah asas dan kaidah hukum yang berkaitan dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual.
              Hasil penelitian tesis ini menemukan bahwa pengaturan kerugian keuangan negara sebagai unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam UU Tipikor telah menggambarkan adanya pelanggaran terhadap hak-hak sosial, hak-hak ekonomi masyarakat dan memiliki dampak bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara namun tidak luar biasa jika dikaitkan dengan perspektif tindak pidana korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) bahkan kerugian keuangan negara yang relatif kecil yang di proses dengan peradilan tindak pidana korupsi yang memiliki biaya yang relatif besar menimbulkan pemborosan uang negara, oleh karena itu unsur kerugian keuangan negara perlu dilakukan rekonstruksi dengan formasi kalimat yang lebih memiliki arti dan makna suatu akibat luar biasa yang dapat mencerminkan sebagai unsur tindak pidana korupsi yang dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) serta pengaturan terhadap kerugian keuangan negara yang relatif kecil sebagai unsur tindak pidana korupsi dalam perspektif tindak pidana korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) agar dapat menjamin kepastian, keadilan dan persamaan di depan hukum serta dapat menekan lonjakan terpidana dalam Rumah Tahanan Negara maupun Lembaga Pemasyarakatan dan dapat menghindari terjadinya pemborosan anggaran terhadap penanganan perkara tindak pidana korupsi yang kerugian keuangan negara di bawah Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) atau bernilai kecil.  

Kata kunci: Rekonstruksi, kerugian, keuangan, negara, kejahatan, luar, biasa</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[2011040061]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240429]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01 PEN R]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="27419" url="" path="/74101-S2-2011040061-2024-TESIS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Rekonstruksi Kerugian Keuangan Negara Sebagai Unsur Tindak Pidana Korupsi Dalam Perspektif Kejahatan Luar Biasa (Extra Ordinary Crime)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-tesis-ilmu-hukumi1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24077]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-04-30 14:34:34]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-13 07:10:27]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>