<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24126">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Hambatan Dalam Pelaksanaan Pemberian Restitusi Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Henny Christini Dillak</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Reny Rebeka Masu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 94 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pelaksanaan pemenuhan pemberian restitusi terhadap korban tindak pidana perdagangan orang menunjukkan bahwa antara harapan dan kenyataan tidak terdapat sinkronisasi oleh karena tidak tercapainya pemberian restitusi secara efektif terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pengaturan pemberian restitusi terhadap korban tindak pidana perdagangan orang? (2)Bagaimanakah hambatan dalam pelaksanaan pemberian restitusi terhadap korban tindak pidana perdagangan orang?
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris menggunakan metode pendekatan Pendekatan Perundang-undangan, Pendekatan Konseptual, dan pendekatan yuridis sosiologi dengan teknik studi kepustakaan dan wawancara terhadap penyidik di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, jaksa penuntut umum di Kejaksaan Negeri Kupang, dan hakim di Pengadilan Negeri Kupang.
Hasil penelitian menunjukan: (1) Pengaturan pemberian restitusi terhadap korban tindak pidana perdagangan orang masih memiliki kelemahan pada sektor substansi hukum diantaranya terkait mekanisme pemberian restitusi yang rumit dan panjang, upaya paksa pemberian restitusi yang belum optimal dilaksanakan, dan sanksi hukum terhadap pelaku yang tidak membayar restitusi yang masih sangat meringankan pelaku. (2) Hambatan dalam pelaksanaan pemberian restitusi ini disebabkan oleh korban yang tidak mampu menguraikan besaran kerugian yang diderita dan tidak mampu menyediakan dokumen persyaratan permohonan restitusi yang lengkap, penyidik yang memiliki hambatan dalam proses mengumpulkan dokumen persyaratan permohonan restitusi, jaksa penuntut umum yang tidak melakukan sita harta kekayaan pelaku karena beranggapan bahwa penyitaan adalah tugas kepolisian, dan hakim yang masih menolak permohonan restitusi dengan barbagai alasan.

Kata kunci: Restitusi, korban tindak pidana perdagangan orang.</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2211040014]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240503]]></identifier><departementID><![CDATA[Magister Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01 DIL H]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-tesis-ilmu-hukumi1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24126]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-01 09:22:39]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-07 07:05:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>