<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24209">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Implementasi Program Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Bayi Oleh Street Level Bureaucracy Di Kabupaten Belu (Studi Pada Puskesmas Atambua Selatan Kabupaten Belu)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YUNITA SRIDEWI HABA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NURSALAM</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HENDRIK TODA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nursalam</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hendrik Toda</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>DELILA ANGELINA NAHAK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xviii + 70 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Komunikasi dari pihak puskesmas belum optimal, terbatasnya Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Peralatan, dan Sumber Daya Anggaran menjadikan kesehatan sebagai hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya salah satunya Kesehatan Ibu dan bayi. Angka kematian bayi bukan hanya merupakan indikator kesehatan ibu dan anak, namun juga dapat menggambarkan tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang efektif dan efesien. Dalam pengelolaan program kesehatan yang masih jauh dari harapan maka puskesmas dapat dikatakan sebagai street level bureaucracy yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan kebijakan pelayanan kesehatan.
Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi program pelayanan kesehatan ibu dan bayi oleh street level bureaucracy di Puskesmas Atambua Selatan Kabupaten Belu, dengan menggunakan teori Michael Lipsky tentang Street Level Bureaucracy dan teori Edward III yang mengacu empat indikator yaitu: Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi (Sikap Melayani), dan Struktur Birokrasi.  Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anggaran, sikap tenaga Puskesmas Atambua Selatan sudah cukup ramah  akan tetapi belum sepenuhnya maksimal dikarenakan waktu yang terbatas, fasilitas dan jumlah staf yang tidak mecukupi, namun struktur birokrasi sudah menjalankan wewenang, tugas, dan fungsi secara baik walaupun kendalanya masi banyak ibu hamil yang kurang menayadari tentang pentingnya Kesehatan Ibu dan Bayi (KIA).

Kata Kunci : Implementasi, Program KIA, Street Level Bureaucracy, Puskesmas Atambua Selatan</note>
<classification><![CDATA[632.01]]></classification><ministry><![CDATA[63201]]></ministry><studentID><![CDATA[2003010215]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240425]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[632.01 HAB I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-adm-negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24209]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-05 09:16:18]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-06 15:20:56]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>