<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24211">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PRAKTIK SPASIAL DALAM POLITIK TATA RUANG DI TINGKAT  LOKAL (Studi Kasus Pembebasan Lahan Pembangunan Waduk Lambo di  Kabupaten Nagekeo Tahun 2021-2027)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rikardus Adhi Goi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDI ROHI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Frans W.  Muskanan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudi Rohi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Alfridus S.D. Dari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Frans W.  Muskanan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIII + 90 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bentuk menyejahterakan masyarakat melalui penyedian sarana dan saran pendukung. Akan tetapi dalam pembanguan tersebut membutuhkan ruang-ruang strategis sebagai sasran utama pembanguan. Penelitian ini mengkaji tentang pembebasan lahan yang menjadi praktik spasial dalam politik tata ruang di tingkat lokal. Studi ini berupaya menganalisis proses pembebasan lahan dalam pembangunan infrastruktur. Studi kasus pada proses pembebasan lahan dalam pembangunan Waduk Lambo di kabupaten Nagekeo yang berlangsung pada rentang waktu 2021-2027. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses pembebasan lahan dalam pembangunan waduk Lambo menjadi praktik spasial. Teori yang digunakan adalah teori Produksi Ruang oleh Henri Lefebvre untuk mendukung peneliti dalam menganalisi praktik spasial dalam politik tata ruang di tingkat lokal terkait hubungan produksi dan reproduksi yang terjadi dalam ruang sosial kultural masyarakat. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data antara lain dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.  Hasil penelitian ini membuktikkan bahwa pembangunan infrastruktur dalam ruang sosial-kultural tidak selamanya menyejahterakan masyarakat di tingkata lokal. Hal ini karena terdapat praktik spasial dalam produksi ruang yang terjadi pada saat proses pembangunan infrastruktur tersebut. Dalam studi kasus pembangunan Waduk Lambo, terdapat isu ganti rugi lahan dalam proses pembebasan tanah yang belum dibayarkan kepada masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah produksi ruang untuk mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur di tingkat lokal menjadi sulit untuk direalisasikan karena relasi antara pemerintah, masyarakat dan swasta yang tidak seimbang.
Kata Kunci : Praktik Spasial, Produksi Ruang, Politik Tata Ruang.</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903040116]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240419]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 Goi P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24211]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-05 10:04:52]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-07 09:24:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>