<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24242">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaturan Terhadap Penggunaan Mobil Pribadi Sebagai Sarana Angkutan Umum Di Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KIRSTEN RICHEL FITZGERY NICKYTADU BALELAY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SARYONO YOHANES</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yohanes G. Tuba Helan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes G Tuba Helan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Saryono Yohanes</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Kotan Y. Stefanus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 67 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Transportasi merupakan sarana yang dibutuhkan banyak orang sejak jaman dahulu dalam melaksanakan kegiatannya yang diwujudkan dalam bentuk angkutan. Pengangkutan terbagi dalam dua jenis, yaitu pengangkutan orang atau barang. Mengenai jalurnya bisa melalui udara seperti pesawat terbang, laut atau perairan seperti kapal atau perahu, dan darat seperti sepeda motor, mobil dan sebagainya. Mengenai pengertian kendaraan bermotor tercantum dalam Pasal 1 angka 8 Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan (selanjutnya disebut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009): “Kendaraan Bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel”. Pokok dalam permasalahan ini adalah (1) Apakah terdapat Pengaturan mengenai penggunaan mobil pribadi sebagai sarana angkutan umum di Kabupaten Timor Tengah Selatan? dan (2) Apakah tujuan dari Pengaturan tersebut dan dampaknya terhadap transportasi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan? Penelitian ini yaitu penelitian yuridis empiris yaitu penelitian yang di dasarkan pada peraturan perundang- undangan yang berlaku dan data yang diperoleh di lapangan. Penelitian ini menggunakan responden dan data yang diambil secara deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Pengaturan mengenai penggunaan mobil pribadi sebagai sarana angkutan umum di Kabupaten Timor Tengah Selatan belum diatur dalam perturan daerah oleh karena masih berpegang pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan namun dengan undang-undang tersebut tidak mengatur secara efektif bagaiamana penggunaan mobil pribadi sebagai angkutan umum di Kabupaten Timor Tengah Selatan sehingga dibutuhkanya suatu peraturan daerah. (2) tujuan dari pengaturan terhadap penggunaan mobil pribadi sebagai angkutan umum adalah untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih teratur, efisien, dan aman bagi masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan. 
Kata Kunci: Pengaturan, Mobil Pribadi, Angkutan Umum dan Dampak.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010192]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240322]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 BAL P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-tata-negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24242]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-06 15:32:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-08 15:12:27]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>