<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24276">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kedudukan Sanksi Pidana Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANES MARIO NGGAJI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Thelma S.M. Kadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Thelma S.M. Kadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 65 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam peraturan perundang-undangan kandangkala sanksi pidana dimuat sebagai salah satu obat atau cara terakhir agar peraturan perundang-undangan itu dapat dipatuhi. Dalam hal materi muatan mengenai ketentuan pidana pada peraturan perundang-undangan, dalam Undang-undang Nomor. 12 Tahun 2011 Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Pasal 15 ayat (1) disebutkan bahwa materi muatan mengenai ketentuan pidana hanya dapat dimuat dalam Undang-undang; Peraturan Daerah Provinsi; atau Peraturan Daerah Kabupaten/Kota, sedangkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tidak disebut dalam Pasal tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang perlu memuat sanksi Pidana? (2) Apakah pengaturan sanksi Pidana dalam Peraturan Pemerintah Pegganti Undang-undang tidak melanggar Hak Asasi Manusia? 
Penelitian ini merupakan penelitian normatif yaitu penelitian hukum yang menggunakan bahan-bahan kepustakaan sebagai sumber data penelitian. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum sekunder. Sebagai bahan hukum sekunder yang terutama adalah buku-buku hukum termasuk skripsi, tesis, dan disertasi hukum dan jurnal-jurnal hukum.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan Pasal 7 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 Pereturan Pemerintah Pengganti Undang-undang memiliki derajat dan kekuatan hukum yang sama dengan Undang-undang, dalam Pasal 11 juga mengatakan bahwa materi muatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang sama dengan meteri muatan Undang-undang. Namun, berdasarkan Pasal 15 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tidak menyebutkan kalau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang boleh memuat kententuan pidana. Maka sudah selayaknya materi muatan mengenai ketentuan pidana tidak dimuat dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang, (2) Mengingat Peraturan Pemerintah Penggangti Undang-undang bersifat sementara, jadi sanksi pidana yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang merupakan muatan yang riskan terhadap pelanggaran hak asasi manusia, karna belum medapatkan persetujuan dari DPR sebagai wakil rakyat. Maka, sanksi pidana seharusnya tidak dimuat dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang. 

Kata Kunci: Sanksi Pidana, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang, Hak Asasi Manusia.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010309]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240320]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 NGG K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24276]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-07 10:54:55]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-08 13:57:39]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>