<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24288">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Yuridis Kepemilikan Hak Atas Tanah Ulayat Berdasarkan Putusan Perkara Perdata Nomor:]]></title>
<subTitle><![CDATA[13&#47;PDT.G&#47;2021&#47;PN END]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA ANGELICA DEI NAI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HUSNI KUSUMA DINATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Husni Kusuma Dinata</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Helsina Fransiska Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA -</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 110 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sengketa hak atas tanah timbul karena beberapa alasan yang dijadikan dasar gugatan ke pengadilan termasuk sengketa kepemilikan hak atas tanah yang terletak di Desa Wolotopo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, seluas ±16.930 m² yang mana merupakan tanah ulayat. Dalam perkara Nomor 13/Pdt.G/2021/PN End, Penggugat ingin mensertifikatkan objek sengketa untuk menjamin kepastian hukum namum tidak dapat terlaksana karena ada halangan atau keberatan dari Para Tergugat, yang meminta Kepala Desa Wolotopo untuk tidak menandatangani dokumen administrasi yang berkaitan dengan proses sertfifikat atas objek sengketa dengan alasan bahwa objek sengketa merupakan milik dari leluhur Para Tergugat. Berdasarkan perbuatan Para Tergugat tersebut Penggugat mengkategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang menjadi dasar gugatan ke Pengadilan. Isu Hukum dari penelitian ini ialah: (1) Bagaimanakah pembuktian kepemilikan hak atas tanah ulayat dalam putusan perkara perdata Nomor: 13/Pdt.G/2021/PN End? dan (2) Bagaimanakah pertimbangan Majelis Hakim dalam memberikan putusan dalam perkara perdata Nomor: 13/Pdt.G/2021/PN End?
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian Hukum Normatif. Sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini ialah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengolahan bahan hukum melalui empat tahap yaitu identifikasi bahan hukum, inventarisasi bahan hukum, verifikasi bahan hukum dan interpretasi bahan hukum yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Penggugat tidak mampu membuktikan bahwa objek sengketa merupakan hak miliknya begitupun sebaliknya Para Tergugat tidak mampu membuktikan bahwa objek sengketa merupakan tanah ulayat milik Suku Kila Da. Hal ini dikarenakan terdapat inkonsistensi tentang struktur, hierarki, dan mekanisme keadatan dalam Masyarakat Hukum Adat yang berbeda dalam pembuktian Penggugat dan Para Tergugat. Penggugat dan Para Tergugat juga tidak mampu membuktikan pengakuan oleh lembaga eksekutif terkait kepemilikan atas objek sengketa. Selain itu Penggugat tidak mampu membuktikan bahwa dirinya merupakan ahli waris yang sah sebagaimana yang diatur dalam Pasal 832 KUH Perdata. Begitupun Para Tergugat, tidak mampu membuktikan bahwa mereka adalah ahli waris Kila Da yang sah dari keturunan Rabu Kila. (2) Pertimbangan Majelis Hakim dalam memberikan putusan dalam perkara ini sudah tepat, dengan menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Karena semua dalil gugatan tidak dapat dibuktikan oleh Penggugat.

Kata Kunci: Sengketa Tanah Ulayat, Pembuktian Hak Atas Tanah Ulayat, Pertimbangan Majelis Hakim.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010023]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240223]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 DEI A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24288]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-07 12:33:38]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-08 14:07:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>