<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24318">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sistem Pembagian Warisan Berdasarkan Hukum Adat Kletek Taruik Di Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARGARETHA ADEYANTI MANEK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DARIUS MAURITSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius Mauritsius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sukardan Aloysius, SH. M. Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA -</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 71 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sistem kewarisan pada masyarakat di Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, yang menganut sistem kekerabatan Matrilineal, yang dimana anak perempuan memiliki kedudukan lebih menonjol dibanding anak laki-laki. Pembagian warisan dihitung menurut garis keturunan ibu dan anak laki-laki tidak dapat menjadi ahli waris. Alasan mengapa anak perempuan mendapat warisan, karena anak perempuan merupakan anggota suku yang akan melanjutkan keturunan dari pewaris, sedangkan anak laki-laki walaupun dia anak sulung, tetapi ia hanya membantu mengatur atau mengolah harta warisan tersebut, sebab anak perempuan dianggap lebih bertanggungjawab dalam mengurus peninggalan orang tuanya dibanding anak laki-laki yang akan tunduk pada keluarga istrinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembagian warisan berdasarkan hukum adat Kletek Taruik, di Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka dan sikap masyarakat saat ini terhadap sistem pembagian warisan, berdasarkan hukum adat Kletek Taruik, di Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Adapun sumber dan jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil studi lapangan dengan wawancara. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan cara memeriksa dan mengoreksi data. Setelah data diolah kemudian dianalisis secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, menganut asas matrilineal dalam pembagian harta warisan, dimana harta warisan lebih banyak untuk anak perempuan atau disebut juga ahli waris adalah anak perempuan, karena anak perempuan merupakan anggota suku yang akan melanjutkan keturunan dari pewaris, sedangkan anak laki-laki walaupun dia anak sulung tetapi ia hanya membantu mengatur atau mengolah harta warisan tersebut, sebab anak perempuan dianggap lebih bertanggungjawab dalam mengurus peninggalan orang tuanya dibanding anak laki-laki yang akan tunduk pada keluarga istrinya. Masyarakat di Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, sangat menerima aturan adat yang berlaku dimana anak perempuan memiliki hak penuh atas warisan adat keluarnya, namun tidak menutup kemungkinan untuk anak laki-laki juga menerima warisan dari kedua orang tuanya berdasarkan kesepakatan bersama.
Kata Kunci: Pembagian, Warisan, Adat, Tanggapan, Masyarakat.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010324]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240202]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 MAN S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24318]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-07 15:51:17]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-13 11:00:00]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>