<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24510">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Sekolah Sebagai Upaya Pencegahan Merokok Pada Pelajar Di SMP Kristen Atambua, Kabupaten Belu]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MURTI RANA BOKAMANU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SARYONO YOHANES</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERNIMUS RATU UDJU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Saryono Yohanes</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hernimus Ratu Udju</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Cyrilius W.T Lamataro</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 78 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perilaku merokok sudah meluas pada seluruh kelompok masyarakat baik di dunia dan di Indonesia, termasuk pada remaja. Banyaknya jumlah perokok remaja ini disebabkan gencarnya promosi rokok di media dan cerdasnya produsen rokok dalam mempromosikan produk kepada targetnya yaitu remaja. Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah cara untuk mengurangi polusi asap tembakau yang merugikan kesehatan. Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas rokok. Masalah pokok dalam penelitian adalah: (1) Sejauh manakah Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah sebagai Upaya Pencegahan Merokok Pada Pelajar di SMP Kristen Atambua Kabupaten Belu? (2) Apakah faktor yang mempengaruhi Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah?
 Jenis Penelitian ini menunjukkan penelitian yuridis empiris, yang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang dilihat di lapangan secara apa adanya dengan memahami persoalan dan yang berdasarkan pada lapangan untuk memperoleh pemahaman dari pemasalahan yang berdasarkan realita.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah tidak/atau belum efektif. (2) Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan Implementasi Peraturan ini diantaranya adalah struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum. Ketiga faktor tersebut tentunya memiliki ketertarikan yang selalu menghambat atau mempengaruhi terlaksananya aturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok sehingga membuat aturan tersebut tidaklah efektif. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis mempunyai beberapa saran yaitu Meningkatkan pengawasan implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah, memastikan penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan secara konsisten dan tegas untuk menciptakan disiplin di lingkungan sekolah dan mengadakan program penyuluhan dan edukasi secara teratur kepada semua murid, guru, dan staf termasuk penjaga sekolah tentang merokok dan pentingnya lingkungan tanpa rokok. 

Kata kunci: Implementasi, Kawasan Tanpa Rokok, Pelajar</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010037]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240423]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 BOK I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-tata-negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24510]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-09 11:41:36]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-13 09:53:30]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>